TCI D3769 Diazolidinyl Urea dengan nomor CAS 78491-02-8 adalah senyawa turunan urea siklik yang dikenal luas sebagai bahan antimikroba dan pengawet. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai zat aktif pengawet yang menahan pertumbuhan bakteri dan jamur pada sistem berair, sekaligus sebagai bahan uji dalam kajian efikasi pengawet. Peranannya penting pada riset formulasi produk perawatan diri, media berair, serta bahan penelitian yang rentan tercemar mikroba selama masa penyimpanan dan pengujian berulang di ruang laboratorium.
Sifat yang membuat diazolidinyl urea dipilih adalah spektrum kerjanya yang mencakup bakteri Gram positif, Gram negatif, sekaligus khamir dan jamur, serta kelarutannya yang baik di dalam air sehingga mudah diintegrasikan ke fase air suatu formula. Senyawa ini termasuk golongan pendonor formaldehida, yaitu bahan yang secara perlahan melepaskan formaldehida dalam jumlah kecil sebagai mekanisme antimikrobanya; karakter tersebut menjelaskan efektivitasnya pada konsentrasi rendah dan sekaligus menjadi alasan mengapa penanganannya perlu hati-hati. Sifatnya yang higroskopis juga membuat kontrol kelembapan wadah menjadi bagian penting dari perawatan bahan ini.
Di Indonesia, bahan ini sering dibutuhkan laboratorium formulasi kosmetik, laboratorium mikrobiologi terapan, serta unit riset dan pengembangan yang menjalankan uji tantangan mikroba (challenge test) terhadap produk berair. Kemasan 25 g memadai untuk penyusunan larutan induk dan percobaan skala kecil, sedangkan kemasan 250 g mendukung rangkaian pengujian yang lebih panjang. Kelembapan udara yang tinggi di banyak kota membuat penutupan wadah secara rapat menjadi kebiasaan yang wajib.
- Pengawet sistem berair pada riset formulasi, karena bekerja efektif pada kadar rendah dan mudah didispersikan ke dalam fase air suatu sediaan.
- Uji tantangan mikroba dan uji efikasi pengawet, sebab bahan ini menjadi pembanding rujukan yang lazim dipakai dalam protokol evaluasi ketahanan formula.
- Kajian aktivitas antimikroba spektrum luas, karena cakupan kerjanya terhadap bakteri, khamir, dan jamur memudahkan penyusunan rancangan percobaan yang menyeluruh.
- Studi stabilitas dan masa simpan produk perawatan diri, karena pengawet ini membantu menjaga sampel tetap bebas cemaran selama periode pengamatan berlangsung.
- Penelitian pendonor formaldehida dan mekanisme pengawetan, sebab pola pelepasan formaldehida senyawa ini menarik untuk dikaji dari sisi kimia dan keamanan bahan.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 78491-02-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 250 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk; rincian resmi mengikuti Certificate of Analysis lot terkait |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering karena bahan bersifat higroskopis |
Simpan pada tempat sejuk dan kering dengan wadah asli yang tertutup sangat rapat, karena bahan ini menyerap uap air sehingga mudah menggumpal bila terpapar udara lembap. Bila tersedia, tambahkan desikator atau kemasan penyerap kelembapan untuk botol yang sering dibuka. Lakukan penimbangan di lemari asam atau ruang berventilasi baik dengan sarung tangan, masker, jas laboratorium, dan pelindung mata, sebab bahan ini merupakan pendonor formaldehida dan berpotensi mengiritasi kulit, mata, serta saluran napas. Hindari menghirup debu, cuci tangan setelah bekerja, dan buang limbah mengikuti prosedur resmi laboratorium.
- Shen (2026). Non-sensitizing Alternatives to Diazolidinyl Urea and Imidazolidinyl Urea as Preservatives in Cosmetics. American Journal of Student Research doi:10.70251/hyjr2348.41340348
- Halla Noureddine dkk. (2013). Erythrocyte Toxicities of Imidazolidinyl Urea and Diazolidinyl Urea. Journal of Materials Science and Engineering B doi:10.17265/2161-6221/2013.07.006
- Carvalho dkk. (2011). Hydrogel allergic contact dermatitis and imidazolidinyl urea/diazolidinyl urea. Cutaneous and Ocular Toxicology doi:10.3109/15569527.2011.562270
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
