TCI E0122 2-Ethyl-1-hexanol adalah alkohol primer bercabang berantai delapan karbon yang menjadi salah satu alkohol industri dan laboratorium paling dikenal. Gugus hidroksil primernya terletak di ujung rantai, sementara cabang etil pada atom karbon kedua memberi bentuk molekul yang tidak simetris. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai pelarut penguapan lambat, bahan pembasah dan pemecah busa, serta building block untuk ester bercabang seperti plastisizer, pelumas sintetis, dan bahan pembantu formulasi lainnya.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah keseimbangan antara gugus hidroksil polar dan rantai hidrokarbon bercabang yang cukup panjang. Kombinasi tersebut membuatnya hanya sedikit larut dalam air tetapi bercampur baik dengan pelarut organik, sekaligus memberi aktivitas permukaan ringan yang berguna untuk menekan pembentukan busa. Titik didihnya yang relatif tinggi membuat penguapannya lambat sehingga cocok pada formulasi yang membutuhkan waktu pengaliran panjang. Sebagai alkohol primer, ia mudah diesterifikasi, dioksidasi menjadi aldehida atau asam, dan diubah menjadi gugus pergi pada sintesis bertahap.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak dipakai pada praktikum dan riset kimia organik mengenai esterifikasi dan oksidasi alkohol, pada laboratorium formulasi pelapis dan tinta, serta pada laboratorium pengujian yang memerlukan bahan pemecah busa. Kemasan 25 mL sesuai untuk pekerjaan sintesis dan analisis skala kecil, sedangkan 500 mL memenuhi kebutuhan laboratorium formulasi yang memakainya secara rutin.
- Building block sintesis ester bercabang, karena alkohol primernya mudah diesterifikasi menghasilkan plastisizer dan pelumas sintetis dengan rantai bercabang yang lentur.
- Bahan pemecah busa dan pembasah, sebab aktivitas permukaannya yang ringan membantu menekan pembentukan busa pada sistem berbasis air di laboratorium.
- Pelarut penguapan lambat untuk resin dan pelapis, karena titik didihnya relatif tinggi sehingga membantu pengaliran dan pembentukan lapisan film merata.
- Substrat praktikum oksidasi alkohol, dipakai untuk mendemonstrasikan perubahan alkohol primer menjadi aldehida lalu asam karboksilat secara bertahap dan terkontrol.
- Pelarut ekstraksi dan pembantu pemisahan, dipilih ketika diperlukan fase organik berpolaritas sedang yang tidak mudah bercampur sepenuhnya dengan air.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 104-76-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan (dikemas berdasarkan volume) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi dalam wadah tertutup rapat, jauh dari api |
Simpan pada lemari pelarut organik yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari nyala api, permukaan panas, serta sinar matahari langsung. Gunakan wadah kaca atau logam berlapis yang kompatibel dengan tutup rapat agar uapnya tidak lepas ke ruang laboratorium. Pemindahan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena bahan ini dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan isosianat. Sediakan penyerap tumpahan serta beri label tanggal pembukaan pada botol.
- Wahab dkk. (2024). Measurement and correlation of the isobaric vapor-liquid equilibria data of 2-Ethyl Hexanol + 2-Ethyl Hexyl Acrylate and Acrylic Acid + 2-Ethyl Hexyl Acrylate systems. Chemical Data Collections doi:10.1016/j.cdc.2024.101119
- Yuan dkk. (2001). Surface tension of pure water and aqueous lithium bromide with 2-ethyl-hexanol. Applied Thermal Engineering doi:10.1016/s1359-4311(00)00088-0
- Virgana dkk. (2019). A Kinetics study of 2-ethyl-2-hexenal hydrogenation to 2-ethyl-hexanol over Nickel based catalyst. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering doi:10.1088/1757-899x/543/1/012009
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
