TCI
Tidak dapat memuat ketersediaan pengambilan
Deskripsi
TCI E1541 Sennoside A adalah glikosida dianthron yang secara alami terdapat pada daun dan polong tanaman senna (Cassia angustifolia dan Cassia acutifolia) serta pada rimpang kelembak. Senyawa ini tersusun dari dua satuan antron yang saling terikat dan membawa gugus gula glukosa pada kedua sisinya. Di laboratorium, Sennoside A berperan sebagai bahan rujukan penting dalam kajian glikosains, fitokimia, dan kendali mutu bahan obat tradisional. Keberadaannya menjadi penanda kimia utama untuk memastikan keaslian dan konsistensi simplisia senna yang beredar sebagai bahan baku jamu maupun obat herbal terstandar.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kekhasan strukturnya sebagai penanda yang tidak mudah tertukar. Ikatan glikosidik pada kedua ujung molekul memberikan pola serapan ultraviolet dan waktu retensi kromatografi yang khas, sehingga mudah dikenali pada analisis kromatografi cair kinerja tinggi maupun kromatografi lapis tipis. Sennoside A juga merupakan pasangan stereoisomer dari Sennoside B, sehingga keduanya sering dianalisis bersama untuk menilai rasio kandungan pada bahan baku. Sebagai glikosida, senyawa ini bersifat relatif polar dan larut lebih baik dalam campuran air dengan pelarut organik yang sesuai.
Di Indonesia, kebutuhan akan baku pembanding fitokimia terus meningkat seiring berkembangnya industri obat bahan alam dan penguatan persyaratan mutu bahan baku herbal. Laboratorium farmasi di perguruan tinggi, laboratorium pengujian mutu, serta unit riset dan pengembangan industri jamu memanfaatkan Sennoside A sebagai pembanding kuantitatif. Kemasan 100 miligram memadai untuk pembuatan larutan induk dan deret kalibrasi selama beberapa siklus pengujian rutin maupun penelitian.
Aplikasi Laboratorium
- Baku pembanding kromatografi: dipakai menyusun kurva kalibrasi HPLC untuk menetapkan kadar sennosida pada simplisia dan ekstrak senna secara kuantitatif.
- Kendali mutu bahan herbal: keberadaannya memastikan identitas dan konsistensi bahan baku obat tradisional sebelum diolah menjadi sediaan akhir.
- Riset glikosains: struktur glikosida gandanya menjadi model untuk mempelajari hidrolisis enzimatik dan pelepasan aglikon oleh mikrobiota usus.
- Profil metabolomik tanaman obat: dipakai sebagai penanda pada pemetaan kandungan kimia berbagai aksesi dan lokasi tumbuh tanaman senna.
- Validasi metode analisis: menjadi analit acuan ketika laboratorium memverifikasi linearitas, ketelitian, dan batas deteksi metode penetapan kadar baru.
Spesifikasi
- Merek: TCI
- Nomor CAS: 81-27-6
- Kategori: Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
- Varian/kemasan: 100 mg
- Bentuk fisik: serbuk padat; rujuk lembar data dan CoA produsen untuk rincian
- Catatan penyimpanan: simpan dingin, kering, dan terlindung cahaya sesuai label produsen
Penanganan dan Penyimpanan
Simpan Sennoside A dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya, dan pada kondisi dingin sesuai anjuran pada label produsen, karena glikosida antrakinon peka terhadap cahaya, panas, dan kelembapan. Gunakan vial amber atau bungkus dengan aluminium foil dan simpan bersama desikan bila memungkinkan. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Gunakan spatula bersih dan kering, hindari menghirup debu halus, serta kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata selama penimbangan di ruang berventilasi baik.
English
TCI E1541 Sennoside A (CAS 81-27-6) is a dianthrone diglycoside naturally occurring in senna leaves and pods and in rhubarb rhizome. It serves as a key chemical marker and analytical reference standard for the quality control of senna-based herbal raw materials. Its distinctive glycosidic structure gives characteristic ultraviolet absorption and chromatographic retention behaviour, allowing reliable identification and quantification by HPLC and thin-layer chromatography. Researchers also use it in glycoscience studies of enzymatic hydrolysis and aglycone release, in plant metabolomic profiling, and in analytical method validation. The 100 mg pack size suits stock solution preparation and repeated calibration series in routine testing laboratories.
Referensi Ilmiah
- Morinaga dkk. (2009). Development of eastern blotting technique for sennoside A and sennoside B using anti‐sennoside A and anti‐sennoside B monoclonal antibodies. Phytochemical Analysis doi:10.1002/pca.1111
- Alam dkk. (2022). Response Surface Methodology (RSM)-Based Optimization of Ultrasound-Assisted Extraction of Sennoside A, Sennoside B, Aloe-Emodin, Emodin, and Chrysophanol from Senna alexandrina (Aerial Parts): HPLC-UV and Antioxidant Analysis. Molecules doi:10.3390/molecules27010298
- Dutta dkk. (2002). CASSIA FISTULA: A SOURCE OF SENNOSIDE B (CHROMOSOME MORPHOLOGY AND SENNOSIDE CONTENT). Acta Horticulturae doi:10.17660/actahortic.2002.576.6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Dokumen Keamanan & Mutu
Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.
Contoh CoA segera tersedia.Bagikan

Produk Terkait
-
BaohuosideI TCI B6443
Harga reguler Rp 8.589.000,00Harga regulerHarga obral Rp 8.589.000,00 -
ChlorogenicAcid TCI C0181
Harga reguler Dari Rp 2.569.350,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 2.569.350,00 -
Crocin(GardeniaFruitsExtract) TCI C1527
Harga reguler Rp 3.394.650,00Harga regulerHarga obral Rp 3.394.650,00 -
6-Chloro-3-indolylbeta-D-Galactopyranoside[forBiochemicalResearch] TCI C2371
Harga reguler Dari Rp 1.329.300,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 1.329.300,00 -
Catalpol TCI C3494
Harga reguler Rp 7.378.350,00Harga regulerHarga obral Rp 7.378.350,00 -
CurculigosideA TCI C3504
Harga reguler Dari Rp 5.371.800,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 5.371.800,00 -
Digitonin TCI D0540
Harga reguler Rp 1.830.150,00Harga regulerHarga obral Rp 1.830.150,00 -
Digitoxin TCI D0542
Harga reguler Rp 4.222.050,00Harga regulerHarga obral Rp 4.222.050,00