Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 81-27-6

Sennoside A TCI E1541

Sennoside A TCI E1541
Harga reguler Rp 6.148.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 6.148.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI E1541 Sennoside A adalah glikosida dianthron yang secara alami terdapat pada daun dan polong tanaman senna (Cassia angustifolia dan Cassia acutifolia) serta pada rimpang kelembak. Senyawa ini tersusun dari dua satuan antron yang saling terikat dan membawa gugus gula glukosa pada kedua sisinya. Di laboratorium, Sennoside A berperan sebagai bahan rujukan penting dalam kajian glikosains, fitokimia, dan kendali mutu bahan obat tradisional. Keberadaannya menjadi penanda kimia utama untuk memastikan keaslian dan konsistensi simplisia senna yang beredar sebagai bahan baku jamu maupun obat herbal terstandar.

Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kekhasan strukturnya sebagai penanda yang tidak mudah tertukar. Ikatan glikosidik pada kedua ujung molekul memberikan pola serapan ultraviolet dan waktu retensi kromatografi yang khas, sehingga mudah dikenali pada analisis kromatografi cair kinerja tinggi maupun kromatografi lapis tipis. Sennoside A juga merupakan pasangan stereoisomer dari Sennoside B, sehingga keduanya sering dianalisis bersama untuk menilai rasio kandungan pada bahan baku. Sebagai glikosida, senyawa ini bersifat relatif polar dan larut lebih baik dalam campuran air dengan pelarut organik yang sesuai.

Di Indonesia, kebutuhan akan baku pembanding fitokimia terus meningkat seiring berkembangnya industri obat bahan alam dan penguatan persyaratan mutu bahan baku herbal. Laboratorium farmasi di perguruan tinggi, laboratorium pengujian mutu, serta unit riset dan pengembangan industri jamu memanfaatkan Sennoside A sebagai pembanding kuantitatif. Kemasan 100 miligram memadai untuk pembuatan larutan induk dan deret kalibrasi selama beberapa siklus pengujian rutin maupun penelitian.

  • Baku pembanding kromatografi: dipakai menyusun kurva kalibrasi HPLC untuk menetapkan kadar sennosida pada simplisia dan ekstrak senna secara kuantitatif.
  • Kendali mutu bahan herbal: keberadaannya memastikan identitas dan konsistensi bahan baku obat tradisional sebelum diolah menjadi sediaan akhir.
  • Riset glikosains: struktur glikosida gandanya menjadi model untuk mempelajari hidrolisis enzimatik dan pelepasan aglikon oleh mikrobiota usus.
  • Profil metabolomik tanaman obat: dipakai sebagai penanda pada pemetaan kandungan kimia berbagai aksesi dan lokasi tumbuh tanaman senna.
  • Validasi metode analisis: menjadi analit acuan ketika laboratorium memverifikasi linearitas, ketelitian, dan batas deteksi metode penetapan kadar baru.

Merek TCI
Nomor CAS 81-27-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 100 mg
Bentuk fisik serbuk padat; rujuk lembar data dan CoA produsen untuk rincian
Penyimpanan simpan dingin, kering, dan terlindung cahaya sesuai label produsen

Simpan Sennoside A dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya, dan pada kondisi dingin sesuai anjuran pada label produsen, karena glikosida antrakinon peka terhadap cahaya, panas, dan kelembapan. Gunakan vial amber atau bungkus dengan aluminium foil dan simpan bersama desikan bila memungkinkan. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Gunakan spatula bersih dan kering, hindari menghirup debu halus, serta kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata selama penimbangan di ruang berventilasi baik.

  • Morinaga dkk. (2009). Development of eastern blotting technique for sennoside A and sennoside B using anti‐sennoside A and anti‐sennoside B monoclonal antibodies. Phytochemical Analysis doi:10.1002/pca.1111
  • Alam dkk. (2022). Response Surface Methodology (RSM)-Based Optimization of Ultrasound-Assisted Extraction of Sennoside A, Sennoside B, Aloe-Emodin, Emodin, and Chrysophanol from Senna alexandrina (Aerial Parts): HPLC-UV and Antioxidant Analysis. Molecules doi:10.3390/molecules27010298
  • Dutta dkk. (2002). CASSIA FISTULA: A SOURCE OF SENNOSIDE B (CHROMOSOME MORPHOLOGY AND SENNOSIDE CONTENT). Acta Horticulturae doi:10.17660/actahortic.2002.576.6

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.