Forsythoside A adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori glikosida, yang memiliki struktur kompleks dan berperan penting dalam bidang kimia biologi. Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian ilmiah terkait senyawa bioaktif, terutama dalam studi tentang aktivitas antioksidan, antiviral, dan anti-inflamasi. Forsythoside A diperoleh dari sumber alami, seperti tanaman, dan memiliki potensi aplikasi dalam pengembangan obat serta bahan aktif farmakologis.
Forsythoside A memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap suhu tinggi dan paparan cahaya. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan interaksi spesifik dengan berbagai target biologis. Karakteristik ini membuatnya menjadi bahan yang diminati dalam penelitian terapan, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia.
Di laboratorium Indonesia, Forsythoside A digunakan sebagai bahan baku untuk penelitian terapan, termasuk uji aktivitas biologis, karakterisasi senyawa, dan pengembangan produk farmasi. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian menggunakan senyawa ini untuk memperluas pemahaman tentang senyawa bioaktif dan potensinya dalam bidang medis dan farmasi.
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan senyawa alami
- Uji aktivitas antiviral dan anti-inflamasi pada tanaman obat
- Pengembangan bahan aktif farmakologis dari sumber alami
- Analisis struktur molekuler menggunakan teknik spektroskopi
- Pemrosesan senyawa kompleks untuk isolasi dan karakterisasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 79916-77-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 10mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan dingin |
Forsythoside A harus disimpan dalam wadah kedap udara dan di tempat yang sejuk serta jauh dari paparan cahaya langsung. Bahan ini bersifat sensitif terhadap kelembapan dan suhu tinggi, sehingga perlu dihindari penggunaan di lingkungan yang tidak terkontrol. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Pastikan semua prosedur dilakukan di bawah kondisi laboratorium yang aman dan terstandar.
- Shu dkk. (2026). Forsythoside A attenuates metabolic dysfunction in type 2 diabetic mice by inhibiting the MAPK and activating the Nrf2 signalling pathways. Archives of Industrial Hygiene and Toxicology doi:10.2478/aiht-2026-77-4026
- Han dkk. (2019). Forsythoside A and Forsythoside B Contribute to Shuanghuanglian Injection-Induced Pseudoallergic Reactions through the RhoA/ROCK Signaling Pathway. International Journal of Molecular Sciences doi:10.3390/ijms20246266
- Tandogan dkk. (2013). In Vitro Effects of Isoorientin, Forsythoside B, and Verbascoside on Bovine Kidney Cortex Glutathione Reductase. International Journal of Chemical Kinetics doi:10.1002/kin.20792
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
