TCI G0086 Triacetin adalah triester gliserol dengan asam asetat, sering disebut gliseril triasetat. Berbeda dengan gliserida berantai panjang yang berwujud padat, senyawa ini berupa cairan tak berwarna dengan viskositas sedang karena ketiga rantai asilnya sangat pendek. Di laboratorium, Triacetin berperan ganda: sebagai blok bangunan sintesis organik yang menyediakan kerangka gliserol terlindungi, sebagai pelarut untuk bahan yang sulit larut dalam air, dan sebagai bahan pemlastis pada penelitian selulosa asetat serta polimer turunannya.
Sifat yang membuat Triacetin banyak dipilih adalah kelarutannya yang baik pada berbagai pelarut organik disertai kelarutan terbatas namun berarti dalam air, sehingga ia dapat menjembatani sistem yang sebagian berair. Sebagai cairan, bahan ini mudah dipipet dan ditakar secara volumetrik tanpa perlu proses peleburan. Ketiga gugus esternya dapat dihidrolisis secara terkendali, baik oleh enzim esterase maupun secara kimiawi, sehingga Triacetin menjadi substrat model yang praktis untuk kajian kinetika. Tekanan uapnya yang rendah juga membuatnya tidak cepat menguap selama percobaan berlangsung.
Di Indonesia, Triacetin dijumpai pada laboratorium kimia organik, teknologi polimer, farmasi, dan ilmu pangan. Peneliti memakainya sebagai pemlastis dalam pembuatan film selulosa asetat, pelarut pembawa dalam kajian rasa dan aroma, serta substrat baku pada praktikum enzimologi. Tersedia dalam kemasan 25 g dan 500 g, produk ini melayani kebutuhan skala kecil untuk uji pendahuluan maupun skala lebih besar bagi laboratorium yang rutin mencetak film polimer atau menjalankan seri percobaan hidrolisis berulang.
- Pemlastis pada penelitian film selulosa asetat, karena molekulnya menyisip di antara rantai polimer sehingga meningkatkan kelenturan tanpa mengorbankan kejernihan optik film.
- Substrat model uji esterase dan lipase, sebab ketiga ester asetatnya terhidrolisis secara terukur dan asam asetat yang dilepas mudah dipantau secara titrimetri.
- Pelarut pembawa senyawa organik berpolaritas menengah, karena tekanan uapnya rendah sehingga komposisi larutan tetap stabil selama percobaan yang berlangsung lama.
- Blok bangunan sintesis organik berbasis kerangka gliserol, sebab gugus asetil berperan sebagai pelindung sementara yang dapat dilepas pada tahap reaksi berikutnya.
- Komponen matriks pada kajian pelepasan terkendali, karena sifatnya yang melunakkan polimer turut mengatur laju difusi zat aktif keluar dari sediaan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 102-76-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | cairan tak berwarna |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, berventilasi, dan terlindung cahaya sesuai anjuran label produsen |
Simpan Triacetin dalam botol aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung serta sumber panas dan nyala api. Karena berwujud cairan ester, bahan ini sebaiknya tidak dibiarkan terbuka agar tidak menyerap uap air yang dapat memicu hidrolisis perlahan. Gunakan pipet atau alat takar bersih dan kering, dan hindari kontaminasi silang antar wadah. Kenakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium saat menuang. Bekerjalah di lemari asam bila memungkinkan, dan segera serap tumpahan dengan bahan penyerap inert sebelum area dibersihkan.
- Baer dkk. (2009). Multizentrische Studie über die Geburtseinleitung mit intrazervikal appliziertem PGE 2 -Triacetin-Gel. Gynäkologische Rundschau doi:10.1159/000270059
- Rusli dkk. (2016). The Effect of Triacetin on the Plasticization Efficiency and Tensile Properties of Polyvinyl Chloride/di-2-Ethyl Hexyl Phthalate/Triacetin Compounds. Advanced Materials Research doi:10.4028/www.scientific.net/amr.1133.206
- Parmar dkk. (2004). An isothermal microcalorimetric study of the imidazole catalysed hydrolysis of triacetin and the observed rate constant dependence of triacetin concentration. Thermochimica Acta doi:10.1016/j.tca.2004.06.004
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
