Cucurbitacin B adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori alkaloid dan digunakan secara luas dalam penelitian farmakologi dan biokimia. Sebagai salah satu komponen utama dari tanaman Cucurbitaceae, senyawa ini memiliki aktivitas biologis yang signifikan, terutama dalam bidang farmakologi dan pengembangan obat. Dalam laboratorium, Cucurbitacin B sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa baru atau dalam studi aktivitas antioksidan, antitumor, dan anti-inflamasi.
Cucurbitacin B memiliki struktur molekuler kompleks yang memberikan keunikan dalam reaktivitasnya. Senyawa ini bersifat tidak larut dalam air dan lebih larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau etanol. Karakteristik ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses ekstraksi. Selain itu, sifatnya yang stabil dalam kondisi tertentu memungkinkan penyimpanan yang lebih mudah dan penggunaan yang lebih aman dalam lingkungan laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Cucurbitacin B digunakan dalam penelitian terapan seperti pengembangan obat tradisional modern, studi efek farmakologis tanaman, serta penelitian tentang efek antioksidan pada berbagai kondisi penyakit. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya, kualitasnya, dan relevansi dalam penelitian ilmiah lokal.
- Penelitian farmakologi untuk mengevaluasi aktivitas biologis tanaman
- Pengembangan obat tradisional yang berbasis senyawa alami
- Studi efek antioksidan pada berbagai model sel dan jaringan
- Analisis kandungan senyawa aktif dalam tanaman obat
- Uji aktivitas antitumor dan anti-inflamasi pada sistem in vitro
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6199-67-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 5mg, 25mg |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Cucurbitacin B harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah kontaminasi atau penurunan kualitas.
- Kim dkk. (2006). Iridoid glycosides and cucurbitacin glycoside from Neopicrorhiza scrophulariiflora. Phytochemistry doi:10.1016/j.phytochem.2006.09.015
- Chen dkk. (2007). Cucurbitacin B 2‐Sulfate and Cucurbitacin Glucosides from the Root Bark of Helicteres angustifolia.. ChemInform doi:10.1002/chin.200717179
- Wang dkk. (2017). Simultaneous determination of cucurbitacin B and cucurbitacin E in rat plasma by UHPLC-MS/MS: A pharmacokinetics study after oral administration of cucurbitacin tablets. Journal of Chromatography B doi:10.1016/j.jchromb.2017.09.024
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
