Geranyl-linalool adalah alkohol diterpen berantai panjang yang tersusun dari empat unit isoprena, dan produk ini disediakan sebagai campuran isomer sebagaimana bentuknya yang lazim ditemukan di alam. Senyawa ini terdapat pada minyak atsiri sejumlah tanaman serta berperan sebagai prekursor biosintesis penting, khususnya dalam jalur pembentukan senyawa pertahanan tanaman dan turunan diterpenoid lainnya. Di laboratorium, bahan ini digunakan sebagai standar analisis untuk mengenali komponen diterpen dalam ekstrak tumbuhan, sebagai bahan awal sintesis senyawa isoprenoid yang lebih kompleks, serta sebagai senyawa uji dalam penelitian ekologi kimia dan interaksi tanaman-serangga.
Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah wujudnya sebagai cairan kental dengan volatilitas rendah, yang menjadikannya berguna sebagai bahan penahan aroma atau fiksatif dalam penelitian wewangian. Gugus hidroksil tersier pada strukturnya menyediakan titik reaksi untuk berbagai transformasi kimia, sementara rantai isoprenoid panjang dengan beberapa ikatan rangkap membuka peluang reaksi siklisasi yang banyak dipelajari dalam sintesis terpenoid. Sifatnya yang sangat lipofilik membuatnya larut baik dalam pelarut nonpolar dan praktis tidak larut dalam air. Penyediaan sebagai campuran isomer justru mendekati komposisi alami, sehingga relevan untuk penelitian yang membandingkan bahan sintetis dengan ekstrak tanaman. Mutu reagen TCI menjamin konsistensi komposisi antar lot.
Di Indonesia, senyawa ini dipakai oleh laboratorium fitokimia dan ekologi kimia yang mempelajari kekayaan tumbuhan tropis, termasuk penelitian senyawa volatil yang dilepaskan tanaman ketika diserang herbivora. Laboratorium minyak atsiri menggunakannya sebagai penanda diterpen pada analisis GC-MS, sedangkan kelompok riset kimia organik memanfaatkannya sebagai bahan awal sintesis terpenoid. Industri wewangian lokal juga menelitinya sebagai fiksatif alami. Kemasan 25 mL sesuai untuk kebutuhan analisis dan sintesis skala laboratorium.
- Standar analisis diterpen — dijadikan senyawa acuan pada GC-MS untuk mengenali dan mengukur kandungan alkohol diterpen dalam ekstrak dan minyak atsiri tanaman.
- Penelitian ekologi kimia — digunakan sebagai senyawa volatil uji dalam kajian interaksi tanaman dan serangga serta mekanisme pertahanan kimiawi tumbuhan tropis.
- Bahan awal sintesis terpenoid — gugus hidroksil tersier dan rantai isoprenoidnya memungkinkan reaksi siklisasi maupun derivatisasi menuju kerangka diterpenoid yang lebih kompleks.
- Studi fiksatif wewangian — volatilitasnya yang rendah dimanfaatkan untuk meneliti kemampuan menahan penguapan komponen aroma ringan pada formulasi parfum di laboratorium.
- Kajian biosintesis isoprenoid — berperan sebagai senyawa antara acuan untuk menelusuri jalur pembentukan diterpenoid pada percobaan enzimatik maupun pelacakan metabolit tanaman.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 68931-30-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Terpenes |
| Ukuran kemasan | 25 mL |
| Bentuk fisik | cairan; disediakan sebagai campuran isomer |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, gelap, dan terlindung dari udara sesuai petunjuk label pabrikan |
Simpan Geranyl-linalool dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik serta jauh dari sumber panas maupun api. Sebagai alkohol terpenoid tak jenuh, senyawa ini rentan terhadap oksidasi oleh udara dan degradasi akibat cahaya, sehingga botol harus segera ditutup kembali setelah digunakan dan sebaiknya tidak dibiarkan setengah kosong dalam waktu lama. Lakukan penanganan di dalam lemari asam dengan sarung tangan tahan pelarut, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Gunakan alat ukur kaca yang bersih dan kering, serta hindari kontak langsung dengan kulit. Bacalah lembar data keselamatan bahan dari pabrikan sebelum mulai bekerja.
- (1992). Geranyl linalool. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/0278-6915(92)90229-e
- Lapczynski dkk. (2008). Fragrance material review on geranyl linalool. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2008.06.050
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
