2-Bromo-1-(3-fluoro-3-methylazetidin-1-yl)ethan-1-one adalah senyawa organik sintetis yang dirancang khusus sebagai blok pembangun terfluorinasi untuk kimia medisinal dan sintesis senyawa bioaktif. Molekul ini menggabungkan dua unsur fungsional penting dalam satu kerangka ringkas, yaitu gugus α-bromoasetil yang sangat reaktif terhadap nukleofil dan cincin azetidina beranggota empat yang membawa substituen fluor serta metil pada posisi ketiga. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai pereaksi penyambung yang memungkinkan peneliti memasukkan motif azetidina terfluorinasi ke dalam molekul target hanya dalam satu atau dua tahap reaksi, sehingga mempersingkat rute sintesis yang biasanya panjang dan rumit.
Karakteristik yang membuat senyawa ini banyak dipilih terletak pada kombinasi reaktivitas dan nilai strukturalnya. Ikatan karbon–bromin pada posisi alfa terhadap gugus karbonil bersifat sangat elektrofilik, sehingga mudah digantikan oleh nukleofil seperti amina, tiol, fenol, maupun anion heterosiklik pada kondisi reaksi yang relatif lunak. Sementara itu, cincin azetidina memberikan kekakuan konformasi dan vektor tiga dimensi yang berbeda dari cincin piperidina atau pirolidina yang lebih umum. Kehadiran atom fluor kuaterner pada cincin menurunkan kebasaan nitrogen serta meningkatkan ketahanan metabolik, dua sifat yang sangat dicari dalam perancangan kandidat obat modern.
Di laboratorium Indonesia, blok pembangun semacam ini umumnya dipakai oleh kelompok riset kimia organik sintetis di perguruan tinggi, lembaga penelitian farmasi, serta unit riset dan pengembangan industri obat yang sedang mengeksplorasi senyawa baru. Kemasan 500 mg sangat sesuai untuk kebutuhan skala penelitian, karena reagen jenis ini biasanya dipakai dalam jumlah milimol kecil untuk pembuatan pustaka senyawa atau optimasi rute sintesis, sehingga tidak menimbulkan sisa bahan yang mubazir.
- Alkilasi nukleofil heterosiklik: gugus α-bromoasetil bereaksi cepat dengan nitrogen azol, imidazol, maupun triazol sehingga motif azetidina terfluorinasi tersambung langsung tanpa aktivasi tambahan.
- Sintesis pustaka kimia medisinal: satu pereaksi ini dapat direaksikan paralel dengan banyak nukleofil berbeda untuk menghasilkan seri analog yang seragam dan mudah dibandingkan aktivitasnya.
- Pembentukan cincin tiazol dan aminotiazol: reaksi klasik dengan tiourea atau tioamida memanfaatkan gugus α-bromo keton untuk menutup cincin secara efisien dalam satu tahap.
- Modifikasi peptida dan protein berbasis tiol: elektrofilisitas α-bromoasetamida memungkinkan penandaan selektif residu sistein pada kondisi berair yang relatif lunak dan terkendali.
- Penelitian hubungan struktur–aktivitas: penggantian cincin jenuh konvensional dengan azetidina terfluorinasi dipakai untuk menilai pengaruh kekakuan dan elektronegativitas terhadap profil senyawa uji.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1466514-89-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 500 mg |
| Bentuk fisik | mengacu pada lembar data dan label produsen |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Senyawa α-bromokarbonil bersifat elektrofilik kuat sehingga berpotensi mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Lakukan penimbangan dan pemindahan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, serta jas laboratorium tertutup. Simpan botol dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan gelap, jauh dari basa kuat, amina, serta bahan pengoksidasi. Penyimpanan dalam lemari pendingin laboratorium umum dilakukan untuk menjaga kestabilan reagen elektrofilik. Biarkan botol mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalamnya, dan selalu ikuti anjuran pada lembar data keselamatan produsen.
—
