TCI C2140 5-Chloro-2-adamantanone adalah senyawa turunan adamantana yang membawa gugus keton pada posisi dua dan atom klor pada posisi lima kerangka kaku adamantana. Sebagai blok bangunan non-heterosiklik, senyawa ini dipakai di laboratorium sintesis organik untuk memperkenalkan kerangka adamantil yang berbentuk sangkar tiga dimensi ke dalam molekul target. Kerangka adamantana dikenal memberikan kekakuan struktural, volume ruang yang khas, serta sifat lipofilik yang tinggi, sehingga banyak dipakai dalam perancangan molekul obat, bahan fungsional, maupun senyawa model untuk studi struktur.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kehadiran dua titik reaksi yang saling melengkapi. Gugus keton dapat diolah lebih lanjut melalui reduksi, aminasi reduktif, reaksi Grignard, olefinasi Wittig, atau pembentukan turunan oksim dan hidrazon. Sementara itu, atom klor pada posisi jembatan kepala menyediakan jalur substitusi untuk membangun turunan adamantana yang tersubstitusi ganda. Kombinasi keduanya memungkinkan peneliti menyusun rute sintesis bertingkat dari satu bahan awal. Struktur adamantana yang tegar juga membuat produk turunannya cenderung stabil secara termal dan memiliki karakter kristalin yang menguntungkan saat pemurnian.
Di laboratorium Indonesia, senyawa adamantana bersubstitusi umumnya dipakai dalam riset kimia medisinal, pengembangan bahan polimer khusus, serta penelitian kimia organik lanjut di perguruan tinggi. Kemasan 1 g cocok untuk kebutuhan riset skala kecil yang menuntut ketelitian penggunaan bahan, misalnya untuk optimasi reaksi atau pembuatan senyawa antara dalam jumlah terbatas. Kejelasan identitas bahan melalui nomor CAS membantu tim laboratorium dalam verifikasi, dokumentasi, dan pelaporan penelitian.
- Sintesis turunan adamantana: gugus keton dan atom klor menyediakan dua titik reaksi berbeda sehingga peneliti dapat membangun turunan tersubstitusi secara bertahap.
- Riset kimia medisinal: kerangka adamantil bersifat lipofilik dan kaku, sering dipakai untuk menyetel permeabilitas serta kestabilan metabolik kandidat senyawa aktif.
- Pembuatan senyawa antara fungsional: keton adamantana mudah diubah menjadi alkohol, amina, oksim, atau olefin melalui reaksi organik klasik yang telah mapan.
- Pengembangan bahan dan polimer khusus: unit adamantana memberi kekakuan struktural serta kestabilan termal pada material yang dirancang di laboratorium riset.
- Studi struktur dan reaktivitas: geometri sangkar adamantana yang tegar menjadikannya senyawa model berguna untuk meneliti pengaruh sterik dan konformasi pada reaksi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 20098-17-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang; rujuk label dan lembar data produk untuk keterangan rinci |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produk |
Simpan senyawa ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, serta berventilasi baik dan jauh dari sumber panas maupun nyala api. Karena kemasan berukuran kecil, sebaiknya penimbangan dilakukan dengan hati-hati menggunakan neraca analitik agar tidak terjadi kehilangan bahan. Gunakan lemari asam bila menangani bahan dalam bentuk serbuk halus, serta kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Pisahkan penyimpanan dari bahan pengoksidasi kuat, tutup kembali wadah segera setelah dipakai, dan selalu baca lembar data keselamatan bahan sebelum digunakan.
—
