TCI C2470 4-Chloro-1H-pyrrolo[2,3-b]pyridine adalah bahan baku heterosiklik yang dikenal luas sebagai turunan 7-azaindol, yakni kerangka indol yang salah satu atom karbon cincin benzenanya digantikan oleh nitrogen. Pada senyawa ini terdapat atom klor di posisi empat yang menjadi titik reaksi utama. Kerangka azaindol sangat dihargai dalam kimia medisinal karena kombinasi nitrogen pirol yang bersifat donor ikatan hidrogen dan nitrogen piridin yang bersifat akseptor, sehingga mampu meniru pola pengikatan yang sering dijumpai pada daerah pengikatan nukleotida dalam protein target.
Alasan bahan ini banyak dipilih terletak pada reaktivitas posisi empat yang terarah. Atom klor pada cincin piridin yang miskin elektron dapat digantikan melalui substitusi nukleofilik aromatik atau dimanfaatkan dalam reaksi penggandengan silang berkatalis paladium seperti Suzuki, Stille, Sonogashira, maupun aminasi Buchwald-Hartwig. Nitrogen pirol dapat dilindungi terlebih dahulu dengan gugus pelindung yang lazim agar reaksi berjalan bersih, kemudian dibuka kembali pada tahap akhir. Posisi tiga pada cincin pirol tetap tersedia untuk halogenasi atau asilasi, sehingga kerangka ini memungkinkan fungsionalisasi berurutan pada beberapa titik yang berbeda dengan kendali yang baik.
Di Indonesia, bahan ini umumnya digunakan oleh kelompok penelitian kimia medisinal dan sintesis organik di perguruan tinggi serta lembaga riset yang menelusuri kerangka penghambat enzim. Karena senyawa azaindol tersubstitusi tergolong bahan bernilai tinggi dan dipakai pada skala kecil, kemasan dua ratus miligram sangat sesuai untuk percobaan awal dan penapisan kondisi reaksi, sedangkan kemasan satu gram mencukupi untuk tahap sintesis lanjutan maupun pengulangan percobaan yang membutuhkan konsistensi bahan.
- Penggandengan silang Suzuki pada posisi empat, karena ikatan karbon-klor pada cincin piridin cukup reaktif untuk memasang gugus aril dan heteroaril.
- Riset penghambat kinase, sebab kerangka azaindol dikenal sebagai motif pengikat daerah engsel yang banyak dibahas dalam literatur kimia medisinal.
- Aminasi Buchwald-Hartwig untuk membentuk ikatan karbon-nitrogen, mengingat posisi empat dapat ditautkan dengan berbagai amina primer maupun sekunder.
- Fungsionalisasi berurutan kerangka heterosiklik, karena nitrogen pirol, posisi tiga, dan posisi empat dapat digarap satu per satu dengan strategi perlindungan yang tepat.
- Pembuatan pustaka senyawa bernitrogen, karena satu kerangka inti ini dapat menghasilkan banyak analog untuk keperluan penapisan aktivitas biologis di laboratorium.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 55052-28-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | padatan berwarna putih hingga agak kecoklatan |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya |
Simpan bahan pada tempat sejuk, kering, dan gelap dengan wadah asli yang tertutup rapat, karena senyawa azaindol dapat menggelap perlahan bila terpapar udara dan cahaya dalam waktu lama. Penyimpanan di lemari pendingin bahan kimia membantu menjaga mutu, namun wadah harus dibiarkan mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan. Karena kemasannya kecil, gunakan neraca analitik dan spatula kering agar tidak ada bahan terbuang. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta tangani di dalam lemari asam.
—
![4-Chloro-1H-pyrrolo[2,3-b]pyridine (CAS 55052-28-3) - TCI C2470 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510C2470.jpg?v=1767098381&width=1445)