Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 918-22-9

1,6-Dibromododecafluorohexane TCI D3572

1,6-Dibromododecafluorohexane TCI D3572

Identitas Kimia

Nama lain
1,6-Dibromoperfluorohexane
No. CAS
918-22-9
PubChem
CID 522992·SID 87559937
Rumus molekul
C6Br2F12
Berat molekul
459.85 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Suhu simpan
0-10°C
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,6-dibromo-1,1,2,2,3,3,4,4,5,5,6,6-dodecafluorohexane
SMILES
C(C(C(C(F)(F)Br)(F)F)(F)F)(C(C(F)(F)Br)(F)F)(F)F
InChIKey
SWAPKQWKFYIOJS-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00153110
Harga reguler Rp 1.644.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.644.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3572 1,6-Dibromododecafluorohexane adalah building block terfluorinasi dari TCI yang berupa rantai perfluoroheksana dengan atom bromin pada kedua ujungnya. Seluruh atom hidrogen pada rantai karbonnya telah digantikan fluor, sehingga terbentuk segmen perfluoroalkil yang sangat khas sifatnya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai penyedia rantai perfluoroalkil bifungsional, yaitu bahan yang memungkinkan peneliti memasukkan segmen fluorous ke dalam molekul, polimer, atau permukaan material melalui reaksi pada kedua ujung bromida yang tersedia.

Sifat yang membuatnya bernilai adalah kombinasi rantai perfluoroalkil yang sangat stabil secara termal dan kimia dengan dua gugus bromida yang reaktif. Segmen perfluorinasi bersifat hidrofobik sekaligus lipofobik, memiliki energi permukaan rendah, dan cenderung memisah dari fase organik maupun air, karakter yang mendasari kimia fluorous. Gugus bromida ujung dapat diaktifkan melalui reaksi radikal, pembentukan reagen organologam, atau kopling yang dimediasi tembaga, sehingga rantai fluorous dapat disambungkan ke berbagai kerangka. Senyawa ini umumnya berupa cairan dengan kerapatan tinggi dan bersifat relatif inert terhadap banyak pereaksi biasa.

Pada laboratorium riset di Indonesia, bahan ini dipakai dalam pengembangan material tahan air dan minyak, penelitian pelapis permukaan energi rendah, serta kajian surfaktan dan elektrolit khusus. Ketersediaan kemasan 1 g dan 5 g menjawab kebutuhan riset skala kecil yang menuntut reagen khusus namun tidak memerlukan volume besar dalam satu siklus penelitian.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis fluorous: kedua ujung bromida memungkinkan pemasangan rantai perfluoroalkil pada dua fragmen berbeda untuk membangun molekul berlabel fluorous.
  • Pembuatan surfaktan terfluorinasi: segmen perfluorinasi memberi sifat penurun tegangan permukaan yang kuat sehingga cocok dikembangkan menjadi surfaktan khusus.
  • Modifikasi permukaan: rantai perfluoroalkil berenergi permukaan rendah dipakai untuk membuat lapisan yang menolak air sekaligus menolak minyak pada substrat padat.
  • Sintesis polimer terfluorinasi: sebagai monomer bifungsional, senyawa ini dapat menyisipkan blok fluorous ke dalam rantai polimer melalui reaksi kopling berurutan.
  • Reagen kimia radikal: ikatan karbon–bromin pada karbon terfluorinasi mudah menghasilkan radikal perfluoroalkil untuk kajian mekanisme dan perfluoroalkilasi substrat.

Merek TCI (kode produk D3572)
Nomor CAS 918-22-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat, terlindung dari cahaya langsung

Simpan cairan dalam wadah asli bertutup rapat di tempat sejuk, kering, serta berventilasi baik dan jauh dari sumber panas maupun sinar matahari langsung. Senyawa organobromin terfluorinasi cenderung mudah menguap dan uapnya lebih berat dari udara, sehingga penuangan dan pemindahan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; hindari kontak dengan kulit dan penghirupan uap. Jauhkan dari logam reaktif, basa kuat, dan zat pereduksi kuat. Tutup rapat kembali setelah digunakan agar tidak terjadi kehilangan bahan akibat penguapan selama penyimpanan.

—