Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 18392-81-9

5,6-Dibromo-2,1,3-benzothiadiazole TCI D4064

5,6-Dibromo-2,1,3-benzothiadiazole TCI D4064

Identitas Kimia

No. CAS
18392-81-9
Rumus molekul
C6H2Br2N2S
Berat molekul
293.96 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5,6-dibromo-2,1,3-benzothiadiazole
SMILES
C1=C(C(=CC2=NSN=C21)Br)Br
InChIKey
XIDGOHYQUCNHTL-UHFFFAOYSA-N
PubChem
CID 11044589
Harga reguler Rp 7.792.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 7.792.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4064 5,6-Dibromo-2,1,3-benzothiadiazole adalah bahan bangunan heterosiklik yang terdiri atas inti benzotiadiazol dengan dua atom brom pada posisi 5 dan 6. Inti benzotiadiazol sendiri dikenal luas sebagai unit penarik elektron yang kuat dalam kimia material organik, sementara dua atom brom berperan sebagai titik sambung reaktif untuk berbagai reaksi kopling silang berkatalis logam transisi. Di laboratorium, senyawa ini menjadi monomer dan bahan antara utama dalam perakitan polimer terkonjugasi, molekul kecil semikonduktor, serta pewarna dan probe berpendar yang dirancang khusus.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kemampuannya berperan sebagai unit akseptor dalam arsitektur donor–akseptor. Ketika dipasangkan dengan unit kaya elektron seperti tiofena, fluorena, atau karbazol melalui kopling Suzuki, Stille, maupun Sonogashira, inti benzotiadiazol mempersempit celah pita energi dan menggeser serapan maupun emisi ke daerah panjang gelombang lebih panjang. Posisi kedua brom yang bersebelahan memberikan pola substitusi khas yang berguna untuk membangun kerangka terfusi maupun struktur bercabang. Kestabilan termal inti heterosiklik ini juga menguntungkan pada tahap pemrosesan lapisan tipis dan pengujian perangkat.

Di Indonesia, senyawa ini paling banyak digunakan pada kelompok riset material maju, kimia polimer, dan fisika material di universitas serta lembaga penelitian yang menekuni sel surya organik, transistor efek medan organik, dan sensor optik. Kemasan 5 gram umumnya memadai untuk serangkaian percobaan polimerisasi skala laboratorium, optimasi kondisi kopling, sekaligus penyiapan sampel untuk karakterisasi spektroskopi dan elektrokimia sebelum penelitian dilanjutkan ke tahap fabrikasi perangkat.

  • Sintesis polimer terkonjugasi donor–akseptor, karena inti benzotiadiazol berfungsi sebagai unit akseptor kuat yang efektif mempersempit celah pita energi material.
  • Reaksi kopling silang Suzuki dan Stille, sebab dua atom brom menyediakan titik reaksi yang reaktif untuk menyambungkan unit aromatik secara terkendali.
  • Pengembangan material sel surya organik, mengingat pengaturan tingkat energi HOMO dan LUMO sangat menentukan efisiensi pemisahan muatan pada lapisan aktif.
  • Pembuatan pewarna dan probe berpendar, karena kerangka benzotiadiazol dikenal memberikan sifat emisi yang menarik untuk aplikasi penginderaan dan pencitraan.
  • Riset semikonduktor organik untuk transistor, sebab kestabilan termal dan struktur planar unit ini mendukung penataan molekul yang baik pada lapisan tipis.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D4064
Nomor CAS 18392-81-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rincian mengikuti lembar data dan sertifikat analisis bawaan produk
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya, dalam wadah tertutup rapat

Simpan 5,6-Dibromo-2,1,3-benzothiadiazole dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas maupun sinar matahari langsung. Sebagai senyawa terhalogenasi, bahan ini sebaiknya dijauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Lakukan penimbangan di lemari asam untuk menghindari terhirupnya partikel halus, dan gunakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, serta kacamata pelindung. Untuk pekerjaan sintesis yang sensitif terhadap kelembapan, biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan. Beri label jelas pada wadah kerja dan salurkan seluruh limbah padat maupun pelarut sisa ke sistem pengelolaan limbah kimia laboratorium.

—