Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1347736-74-6

4,7-Dibromo-5-fluoro-2,1,3-benzothiadiazole TCI D4750

4,7-Dibromo-5-fluoro-2,1,3-benzothiadiazole TCI D4750

Identitas Kimia

No. CAS
1347736-74-6
Rumus molekul
C6HBr2FN2S
Berat molekul
311.95 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4,7-dibromo-5-fluoro-2,1,3-benzothiadiazole
SMILES
C1=C(C2=NSN=C2C(=C1F)Br)Br
InChIKey
KVZDYOVYIHJETJ-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL26939241
PubChem
CID 67515326
Harga reguler Rp 1.378.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.378.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4750 4,7-Dibromo-5-fluoro-2,1,3-benzothiadiazole adalah turunan benzotiadiazol yang membawa dua atom brom pada posisi 4 dan 7 serta satu atom fluor pada posisi 5. Di laboratorium riset material, senyawa ini berfungsi sebagai unit akseptor elektron yang sangat lazim dipakai untuk menyusun polimer dan molekul kecil terkonjugasi bertipe donor–akseptor. Dua atom brom menyediakan titik sambung yang siap direaksikan melalui kopling silang terkatalisis logam transisi, sehingga peneliti dapat menyambungkan unit ini dengan berbagai segmen donor untuk membangun kerangka elektronik yang dikehendaki secara terencana.

Daya tarik utama bahan ini terletak pada kehadiran atom fluor. Fluorinasi pada inti benzotiadiazol dikenal menurunkan tingkat energi orbital batas material terkonjugasi, memperkuat interaksi antar-rantai, serta membantu penataan molekul pada lapisan tipis. Efek tersebut kerap berujung pada perbaikan kestabilan dan kinerja piranti tanpa mengubah kerangka dasar molekul. Sementara itu, inti benzotiadiazol sendiri merupakan akseptor elektron yang kuat namun tetap mudah diolah, dan pola substitusi 4,7-dibromo memberikan simetri reaksi yang memudahkan perancangan kopolimer bergantian. Sebagai reagen TCI, konsistensi identitas antar-lot menjadi nilai tambah bagi riset yang menuntut pengulangan hasil.

Di Indonesia, bahan ini banyak dicari oleh kelompok riset sel surya organik, transistor efek medan organik, dan fotodetektor di lingkungan universitas serta lembaga penelitian. Ketersediaan dua pilihan kemasan, 200 mg dan 1 g, memberi keleluasaan bagi peneliti untuk memulai dari uji coba rute sintesis skala kecil sebelum meningkat ke tahap pembuatan polimer dalam jumlah yang cukup untuk fabrikasi dan karakterisasi piranti.

  • Sintesis kopolimer donor–akseptor, karena posisi 4 dan 7 yang terbrominasi siap disambungkan melalui reaksi kopling Suzuki maupun Stille secara berulang.
  • Pengembangan material sel surya organik, sebab inti benzotiadiazol terfluorinasi membantu menurunkan tingkat energi orbital sehingga tegangan rangkaian terbuka piranti berpotensi meningkat.
  • Riset transistor efek medan organik, karena efek fluorinasi mendorong penataan rantai yang lebih rapat dan berpengaruh pada mobilitas pembawa muatan lapisan aktif.
  • Pembuatan molekul kecil pemancar cahaya, mengingat unit akseptor kuat ini sering dipasangkan dengan gugus donor untuk menghasilkan emisi bergeser merah yang terkendali.
  • Studi hubungan struktur dan sifat optoelektronik, sebab kehadiran satu atom fluor memungkinkan perbandingan langsung terhadap analog non-fluorinasi dalam satu seri percobaan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 1347736-74-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; mengacu pada keterangan label dan SDS lot yang diterima
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produk

Simpanlah botol dalam kemasan asli yang tertutup rapat, di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung maupun sumber panas. Karena kemasannya berukuran kecil dan bahan ini biasanya dipakai untuk sintesis presisi, hindari membuka botol terlalu sering agar tidak terjadi penyerapan uap air ataupun kontaminasi silang. Gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta lakukan penimbangan di lemari asam. Jangan menghirup debunya dan hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Bersihkan spatula sebelum dan sesudah pemakaian, tutup kembali botol dengan segera, dan buang limbah melalui jalur limbah kimia laboratorium. Baca SDS resmi sebelum memulai pekerjaan.

—