4,7-Dibromo-2,1,3-benzothiadiazole dari TCI dengan nomor CAS 15155-41-6 adalah senyawa heterosiklik yang terdiri atas cincin benzotiadiazol dengan dua atom brom pada posisi 4 dan 7. Senyawa ini merupakan salah satu monomer paling penting dalam kimia elektronik organik dan sintesis polimer terkonjugasi. Perannya di laboratorium adalah sebagai unit akseptor elektron sekaligus titik sambung dua arah: kedua atom brom menyediakan posisi reaktif untuk reaksi kopling silang, sehingga unit benzotiadiazol dapat dirangkai bersama unit donor menjadi rantai konjugasi panjang atau molekul kecil terstruktur rapi.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kemampuannya menarik elektron secara kuat berkat atom nitrogen dan sulfur pada cincin, yang menghasilkan karakter akseptor jelas pada sistem donor–akseptor. Karakter ini menjadi dasar pengaturan celah energi, penyerapan cahaya, dan sifat pembawa muatan material hasil sintesis. Posisi brom yang simetris memudahkan polimerisasi terarah maupun pemasangan dua gugus berbeda secara bertahap. Kerangkanya juga bersifat planar dan stabil secara termal, sehingga sesuai untuk material yang diproses dengan pemanasan atau pelapisan larutan.
Di Indonesia, bahan ini banyak dicari kelompok riset material maju, fisika bahan, dan kimia polimer yang mengembangkan sel surya organik, transistor lapis tipis organik, serta bahan pemancar cahaya. Laboratorium yang mengembangkan sensor fluoresen berbasis polimer terkonjugasi juga memakainya. Kemasan 1 g cocok untuk sintesis skala penelitian, sedangkan 5 g mendukung pembuatan seri material dengan variasi struktur.
- Sintesis polimer terkonjugasi donor–akseptor: dua atom bromnya memungkinkan polimerisasi kopling terarah untuk membangun rantai konjugasi dengan celah energi yang dapat diatur.
- Material sel surya organik: sifat akseptor elektron kuat pada cincin benzotiadiazol membantu menyerap cahaya lebih lebar dan memisahkan pembawa muatan secara efektif.
- Pembuatan bahan pemancar cahaya: kerangka planar dan stabil ini dipakai menyusun molekul emisif untuk kajian perangkat elektroluminesen berbasis senyawa organik.
- Semikonduktor organik untuk transistor: unit akseptor ini memperbaiki mobilitas pembawa muatan pada material yang dirancang untuk transistor efek medan berbasis lapisan organik.
- Sintesis probe dan sensor fluoresen: sistem donor–akseptor turunannya memberi respons optik yang peka terhadap analit maupun perubahan lingkungan kimia sekitarnya.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 15155-41-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin/serbuk |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; ikuti label dan SDS resmi |
Simpan bahan pada wadah asli bertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung serta kelembapan yang dapat menggumpalkan serbuk dan mengganggu penimbangan. Untuk pekerjaan sintesis material yang menuntut mutu tinggi, pengeringan wadah dan penyimpanan dalam desikator membantu menjaga konsistensi hasil. Timbang di lemari asam menggunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, karena serbuk halus dapat mengiritasi mata serta saluran napas. Hindari penghirupan debu, bersihkan tumpahan secara kering, dan selalu rujuk SDS resmi sebelum bekerja.
—
