TCI D4128 2,2-Difluoroethanol adalah alkohol alifatik rantai pendek yang membawa dua atom fluor pada karbon kedua. Senyawa ini dikelompokkan sebagai fluorinated building block, yaitu bahan pemula yang sengaja disediakan untuk memasukkan gugus difluorometil ke dalam kerangka molekul target. Di laboratorium sintesis, bahan seperti ini sangat berharga karena menyisipkan fluor secara langsung ke molekul kompleks sering kali sulit dan memerlukan reagen yang keras, sehingga jauh lebih praktis memulai dari blok bangunan yang gugus fluornya sudah terpasang rapi sejak awal jalur sintesis.
Kehadiran dua atom fluor mengubah karakter elektronik molekul secara nyata: gugus hidroksil menjadi lebih asam dibandingkan etanol biasa, dan sifat penarik elektron yang kuat memengaruhi reaktivitas pada reaksi substitusi, eterifikasi, maupun esterifikasi. Sifat inilah yang membuat senyawa ini juga dipakai sebagai pelarut khusus pada reaksi tertentu yang menuntut medium polar dengan kemampuan pemberi ikatan hidrogen yang kuat. Sebagai cairan yang mudah menguap, penanganannya menuntut wadah tertutup rapat dan pengambilan yang cepat agar komposisi tidak berubah akibat penguapan selama pemakaian berulang.
Laboratorium kimia organik dan kimia medisinal di Indonesia semakin sering menggunakan blok bangunan berfluor karena tren riset obat modern banyak memanfaatkan fluor untuk mengatur sifat metabolik dan lipofilisitas senyawa. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan sesuai skala kerja: ukuran kecil untuk penjajakan reaksi dan optimasi kondisi, ukuran lebih besar untuk sintesis berulang atau peningkatan skala terbatas. Penyimpanan yang rapat penting mengingat suhu ruang laboratorium tropis relatif hangat.
Brosur TCI (PDF)
- Difluoromethylated Compounds 2025-05-01 · hal. 1
- Fluorous Chemistry 2025-01-21 · hal. 4
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 52
Produk TCI terkait
- TCI T0435 75-89-8 2,2,2-Trifluoroethanol
- TCI B2274 16184-89-7 1-(4-Bromophenyl)-2,2,2-trifluoroethanone
- TCI D2220 354-51-8 1,2-Dibromo-1-chloro-1,2,2-trifluoroethane
- TCI T3991 370-69-4 Tris(2,2,2-trifluoroethyl) Phosphite
- TCI T3422 406-95-1 2,2,2-Trifluoroethyl Acetate
- TCI T2586 32042-38-9 2,2,2-Trifluoroethyl Formate
- Sintesis senyawa berfluor dalam kimia medisinal, karena gugus difluoroetil dapat disisipkan langsung tanpa memerlukan reagen fluorinasi yang keras dan sulit dikendalikan.
- Pembentukan eter dan ester terfluorinasi melalui reaksi alkilasi atau esterifikasi, sebab gugus hidroksilnya tetap reaktif meski dipengaruhi substituen penarik elektron.
- Pelarut khusus untuk reaksi yang memerlukan medium polar protik dengan sifat pemberi ikatan hidrogen kuat, terutama pada transformasi organik tertentu yang sensitif medium.
- Bahan pemula pembuatan surfaktan dan material fungsional berfluor, karena rantai berfluor memberi karakter permukaan dan kestabilan kimia yang berbeda dari analog non-fluor.
- Studi efek fluor terhadap keasaman dan reaktivitas alkohol, karena senyawa ini menjadi contoh pembanding yang jelas terhadap etanol dalam eksperimen kimia fisik.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 359-13-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | cairan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas dan api |
Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, percikan api, serta bahan pengoksidasi kuat. Karena berupa cairan yang mudah menguap, sebaiknya wadah dibuka di dalam lemari asam dan ditutup kembali segera setelah pengambilan agar uap tidak terakumulasi di ruang kerja. Gunakan pipet atau jarum suntik kaca yang bersih dan kering untuk mengambil volume kecil, dan hindari wadah plastik yang tidak kompatibel dengan pelarut organik. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium; hindari kontak dengan kulit maupun terhirup. Kumpulkan sisa dan bilasan sebagai limbah organik berhalogen yang terpisah.
- Morii dkk. (2004). Accumulation of 2,2-difluoroethanol by bacteria. Journal of Fluorine Chemistry doi:10.1016/j.jfluchem.2003.12.009
- HOWARTH dkk. (1994). ChemInform Abstract: A New Acyl Anion Equivalent from Difluoroethanol.. ChemInform doi:10.1002/chin.199451097
- Malhotra dkk. (1995). Thermodynamic properties of liquid 2,2-difluoroethanol. International Journal of Thermophysics doi:10.1007/bf02093472
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

