Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 359-13-7

2,2-Difluoroethanol TCI D4128

2,2-Difluoroethanol TCI D4128

Identitas Kimia

No. CAS
359-13-7
PubChem
CID 136187·SID 135727054
Rumus molekul
C2H4F2O
Berat molekul
82.05 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,2-difluoroethanol
SMILES
C(C(F)F)O
InChIKey
VOGSDFLJZPNWHY-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00042248
Harga reguler Rp 1.510.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.510.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4128 2,2-Difluoroethanol adalah alkohol alifatik rantai pendek yang membawa dua atom fluor pada karbon kedua. Senyawa ini dikelompokkan sebagai fluorinated building block, yaitu bahan pemula yang sengaja disediakan untuk memasukkan gugus difluorometil ke dalam kerangka molekul target. Di laboratorium sintesis, bahan seperti ini sangat berharga karena menyisipkan fluor secara langsung ke molekul kompleks sering kali sulit dan memerlukan reagen yang keras, sehingga jauh lebih praktis memulai dari blok bangunan yang gugus fluornya sudah terpasang rapi sejak awal jalur sintesis.

Kehadiran dua atom fluor mengubah karakter elektronik molekul secara nyata: gugus hidroksil menjadi lebih asam dibandingkan etanol biasa, dan sifat penarik elektron yang kuat memengaruhi reaktivitas pada reaksi substitusi, eterifikasi, maupun esterifikasi. Sifat inilah yang membuat senyawa ini juga dipakai sebagai pelarut khusus pada reaksi tertentu yang menuntut medium polar dengan kemampuan pemberi ikatan hidrogen yang kuat. Sebagai cairan yang mudah menguap, penanganannya menuntut wadah tertutup rapat dan pengambilan yang cepat agar komposisi tidak berubah akibat penguapan selama pemakaian berulang.

Laboratorium kimia organik dan kimia medisinal di Indonesia semakin sering menggunakan blok bangunan berfluor karena tren riset obat modern banyak memanfaatkan fluor untuk mengatur sifat metabolik dan lipofilisitas senyawa. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan sesuai skala kerja: ukuran kecil untuk penjajakan reaksi dan optimasi kondisi, ukuran lebih besar untuk sintesis berulang atau peningkatan skala terbatas. Penyimpanan yang rapat penting mengingat suhu ruang laboratorium tropis relatif hangat.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis senyawa berfluor dalam kimia medisinal, karena gugus difluoroetil dapat disisipkan langsung tanpa memerlukan reagen fluorinasi yang keras dan sulit dikendalikan.
  • Pembentukan eter dan ester terfluorinasi melalui reaksi alkilasi atau esterifikasi, sebab gugus hidroksilnya tetap reaktif meski dipengaruhi substituen penarik elektron.
  • Pelarut khusus untuk reaksi yang memerlukan medium polar protik dengan sifat pemberi ikatan hidrogen kuat, terutama pada transformasi organik tertentu yang sensitif medium.
  • Bahan pemula pembuatan surfaktan dan material fungsional berfluor, karena rantai berfluor memberi karakter permukaan dan kestabilan kimia yang berbeda dari analog non-fluor.
  • Studi efek fluor terhadap keasaman dan reaktivitas alkohol, karena senyawa ini menjadi contoh pembanding yang jelas terhadap etanol dalam eksperimen kimia fisik.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 359-13-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas dan api

Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, percikan api, serta bahan pengoksidasi kuat. Karena berupa cairan yang mudah menguap, sebaiknya wadah dibuka di dalam lemari asam dan ditutup kembali segera setelah pengambilan agar uap tidak terakumulasi di ruang kerja. Gunakan pipet atau jarum suntik kaca yang bersih dan kering untuk mengambil volume kecil, dan hindari wadah plastik yang tidak kompatibel dengan pelarut organik. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium; hindari kontak dengan kulit maupun terhirup. Kumpulkan sisa dan bilasan sebagai limbah organik berhalogen yang terpisah.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.