TCI E1546 Sennoside B adalah glikosida dianthron yang merupakan pasangan stereoisomer dari Sennoside A, dengan perbedaan konfigurasi pada pusat kiral yang menghubungkan kedua satuan antron. Senyawa ini juga berasal dari tanaman senna dan kelembak, dan bersama isomernya membentuk kelompok penanda kimia utama pada simplisia tersebut. Di laboratorium, Sennoside B dipakai sebagai baku pembanding untuk analisis kuantitatif, sebagai bahan kajian glikosains, serta sebagai acuan dalam penelitian metabolisme senyawa antrakinon. Keberadaannya melengkapi profil analitik yang dibutuhkan untuk menilai mutu bahan baku obat bahan alam secara menyeluruh.
Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih terletak pada kekhasan stereokimianya. Karena hanya berbeda konfigurasi dari Sennoside A, pemisahan kedua isomer menjadi uji ketajaman metode kromatografi yang sangat baik; metode yang mampu memisahkan keduanya dengan resolusi memadai dapat dianggap andal. Sifat polar akibat dua satuan glukosa membuatnya larut lebih baik dalam campuran air dan pelarut organik polar, sehingga cocok untuk fase gerak kromatografi cair konvensional. Pola serapan ultraviolet kromofor antrakinonnya memberikan kepekaan deteksi yang baik bahkan pada konsentrasi rendah dalam sampel ekstrak.
Laboratorium farmasi, pengujian mutu, dan riset bahan alam di Indonesia memanfaatkan Sennoside B berdampingan dengan Sennoside A untuk menghitung kadar total sennosida sesuai metode kompendial. Kebutuhan ini muncul pada pengujian bahan baku jamu, pengembangan obat herbal terstandar, serta penelitian akademik mengenai tanaman obat. Kemasan 100 miligram memadai untuk menyiapkan larutan induk dan deret kalibrasi berulang tanpa penyimpanan berlebih.
- Penetapan kadar total sennosida: digunakan bersama Sennoside A sebagai baku pembanding pada metode kompendial penetapan kadar simplisia senna.
- Uji resolusi sistem kromatografi: pemisahan kedua isomer menjadi tolok ukur kesesuaian sistem HPLC sebelum analisis sampel sebenarnya dijalankan.
- Riset glikosains dan hidrolisis enzimatik: struktur diglikosidanya dipakai mempelajari kerja enzim glikosidase dan pelepasan aglikon aktif.
- Identifikasi bahan baku herbal: menjadi pembanding pada kromatografi lapis tipis untuk memastikan keaslian simplisia sebelum masuk proses produksi.
- Penelitian farmakologi praklinis: dipakai sebagai senyawa acuan murni dalam kajian mekanisme kerja turunan antrakinon pada model laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 128-57-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 100 mg |
| Bentuk fisik | serbuk padat; rujuk lembar data dan CoA produsen untuk rincian |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, dan terlindung cahaya sesuai label produsen |
Simpan Sennoside B pada kondisi dingin, kering, dan gelap sesuai petunjuk label produsen, dalam wadah asli yang tertutup rapat. Glikosida antrakinon rentan terhadap cahaya dan kelembapan, sehingga penggunaan vial amber serta penyimpanan bersama desikan sangat dianjurkan. Setarakan wadah dengan suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan pada serbuk yang halus. Timbang menggunakan spatula bersih dan kering, hindari terhirupnya debu, dan kenakan sarung tangan, jas laboratorium, serta pelindung mata. Catat tanggal pembukaan dan buang sisa larutan melalui jalur limbah kimia laboratorium.
- Morinaga dkk. (2009). Development of eastern blotting technique for sennoside A and sennoside B using anti‐sennoside A and anti‐sennoside B monoclonal antibodies. Phytochemical Analysis doi:10.1002/pca.1111
- Dutta dkk. (2002). CASSIA FISTULA: A SOURCE OF SENNOSIDE B (CHROMOSOME MORPHOLOGY AND SENNOSIDE CONTENT). Acta Horticulturae doi:10.17660/actahortic.2002.576.6
- Peng dkk. (2025). Sennoside A alleviates sepsis-triggered acute kidney injury via activating SIRT1 signaling pathway. Journal of Molecular Histology doi:10.1007/s10735-025-10685-z
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
