Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 21967-41-9

Baicalin, CAS 21967-41-9, TCI B2835

Baicalin, CAS 21967-41-9, TCI B2835

Identitas Kimia

No. CAS
21967-41-9
PubChem
CID 42433519·SID 87558905
Rumus molekul
C21H18O11
Berat molekul
446.4 g/mol
Kemurnian
>90.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R,3S,4S,5S,6S)-6-(5,6-dihydroxy-4-oxo-2-phenylchromen-7-yl)oxy-3,4,5-trihydroxyoxane-2-carboxylic acid
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C2=CC(=O)C3=C(C(=C(C=C3O2)O[C@H]4[C@H]([C@H]([C@@H]([C@@H](O4)C(=O)O)O)O)O)O)O
InChIKey
IKIIZLYTISPENI-VDRZXAFZSA-N
Harga reguler Rp 2.730.000,00
Harga reguler Rp 1.924.650,00 Harga obral Rp 2.730.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Judul
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Baicalin adalah senyawa flavonoid yang diperoleh dari ekstrak tanaman *Scutellaria baicalensis*, yang dikenal sebagai *Huang Qin* dalam tradisi Tiongkok. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian bidang kimia biologis dan glikosains karena kemampuannya dalam berinteraksi dengan berbagai molekul biologis. Baicalin memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antitumor yang membuatnya menjadi bahan penting dalam pengembangan obat dan penelitian farmakologi. Dalam laboratorium, Baicalin digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai agen pengujian dalam berbagai eksperimen biokimia.

Karakteristik utama Baicalin meliputi kelarutan dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, serta stabilitasnya dalam kondisi tertentu. Senyawa ini juga memiliki sifat antiradikal bebas yang tinggi, sehingga cocok untuk aplikasi yang memerlukan perlindungan terhadap kerusakan oksidatif. Dalam penelitian, Baicalin dipilih karena kemampuannya untuk memperjelas hasil analisis dan meningkatkan akurasi eksperimen.

Di laboratorium Indonesia, Baicalin digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini sering diaplikasikan dalam studi tentang efek antiinflamasi, pengujian toksisitas, serta pengembangan senyawa baru dari sumber alami. Baicalin menjadi pilihan karena ketersediaannya dan kemampuannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan penelitian ilmiah di lingkungan laboratorium lokal.

Brosur TCI (PDF)

  • Baicalin digunakan untuk studi aktivitas antioksidan karena kemampuannya menetralkan radikal bebas.
  • Bahan ini cocok untuk penelitian farmakologi karena memiliki efek antiinflamasi yang signifikan.
  • Baicalin sering diaplikasikan dalam sintesis senyawa flavonoid lain untuk pengembangan obat baru.
  • Bahan ini digunakan dalam analisis kromatografi untuk memisahkan komponen kompleks dari ekstrak tanaman.
  • Baicalin menjadi bahan utama dalam uji toksisitas untuk mengevaluasi keamanan senyawa alami.

Merek TCI
Nomor CAS 21967-41-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik Serbuk kristalin
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan

Data dari brosur TCI

Purity>90.0%(T)
mp196℃

Sumber: TCI brochure reagent_for_glyco_chemistry_&_biology_5th_ed ()

Baicalin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil disarankan. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Pastikan area kerja bersih dan terhindar dari bahan kimia yang bersifat oksidatif. Selalu gunakan alat pelindung diri yang sesuai untuk meminimalkan risiko paparan.

  • Wang dkk. (2014). Baicalin Inhibits High-Mobility Group Box 1 Release and Improves Survival in Experimental Sepsis. Shock doi:10.1097/shk.0000000000000122
  • Yu (2014). Effects of baicalin in CD4 + CD29 + T cell subsets of ulcerative colitis patients. World Journal of Gastroenterology doi:10.3748/wjg.v20.i41.15299
  • SAYIN dkk. (2020). Structural, spectral, biological and antioxidant analyses of baicalin and ıts vanadium complexes: a dft study. Cumhuriyet Science Journal doi:10.17776/csj.558821

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.