Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 74457-86-6

2'-Fluoro-4'-methoxyacetophenone TCI F0662

2'-Fluoro-4'-methoxyacetophenone TCI F0662

Identitas Kimia

No. CAS
74457-86-6
PubChem
CID 592821·SID 87560668
Rumus molekul
C9H9FO2
Berat molekul
168.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-(2-fluoro-4-methoxyphenyl)ethanone
SMILES
CC(=O)C1=C(C=C(C=C1)OC)F
InChIKey
PIRRWUMTIBFCCW-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00042290
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI F0662 2'-Fluoro-4'-methoxyacetophenone adalah keton aromatik yang membawa gugus asetil pada cincin benzena bersubstitusi fluor dan metoksi. Senyawa ini tergolong building block terfluorinasi, yaitu bahan awal kecil yang dipakai untuk membangun struktur molekul yang lebih besar dalam sintesis organik. Di laboratorium, gugus keton aromatik semacam ini merupakan titik awal yang sangat produktif karena karbon karbonilnya dapat diubah melalui banyak reaksi klasik, mulai dari kondensasi dan reduksi hingga pembentukan berbagai kerangka heterosiklik yang penting.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kombinasi tiga gugus dengan peran yang saling melengkapi. Gugus metoksi bersifat pendonor elektron dan meningkatkan kereaktifan cincin pada posisi tertentu, sementara atom fluor menarik elektron secara induktif, memberikan kestabilan ikatan karbon–fluor yang tinggi serta memengaruhi kepolaran dan ketahanan metabolik molekul akhir. Gugus asetil menyediakan karbon karbonil yang siap dikondensasikan, misalnya untuk membentuk khalkon melalui kondensasi aldol atau untuk menyusun cincin piridina, pirazol, dan isoksazol. Pola substitusi yang tertentu ini menghasilkan produk reaksi yang bersih dan mudah diprediksi.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini dipakai dalam riset sintesis senyawa bahan alam tiruan, kimia medisinal, serta pengembangan bahan antara di perguruan tinggi dan laboratorium riset. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan skala percobaan milimol yang lazim pada tahap penjajakan kondisi reaksi, sehingga peneliti dapat mencoba beberapa jalur sintesis tanpa menyimpan bahan terlalu lama.

Brosur TCI (PDF)

  • Kondensasi aldol dan sintesis khalkon, karena gugus asetil aromatik siap bereaksi dengan aldehida untuk membentuk kerangka enon yang banyak diteliti aktivitas biologisnya.
  • Pembentukan cincin heterosiklik, karena keton aromatik merupakan prekursor klasik untuk membangun pirazol, isoksazol, pirimidina, dan kerangka nitrogen lain di laboratorium.
  • Sintesis kimia medisinal, karena kombinasi fluor dan metoksi memberikan penyesuaian kepolaran serta ketahanan metabolik yang dicari pada perancangan molekul kandidat.
  • Reduksi menjadi alkohol sekunder kiral, karena gugus karbonil dapat direduksi secara asimetris untuk menghasilkan senyawa antara optis aktif pada riset katalisis.
  • Penelitian analog senyawa bahan alam, karena banyak flavonoid dan turunannya dibangun dari asetofenon bersubstitusi metoksi sebagai bahan awal utama sintesisnya.

Merek TCI
Nomor CAS 74457-86-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g, 5 g
Bentuk fisik keton aromatik; rujuk label wadah dan sertifikat analisis untuk deskripsi fisik pastinya
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai keterangan pada label kemasan.

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya, jauh dari sumber panas maupun percikan api. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan dan pemindahan di dalam lemari asam agar uap atau debu halus tidak terhirup. Pakai spatula dan alat gelas yang kering untuk menjaga kemurnian bahan. Hindari kontak dengan oksidator kuat dan basa kuat. Tutup kembali wadah segera setelah dipakai, beri label pada larutan, dan buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia organik.

—