6-Fluoro-1-indanone adalah keton bisiklik yang menggabungkan kerangka indanon dengan satu atom fluor pada cincin aromatik. Kerangka indanon sendiri merupakan motif struktural yang sangat dikenal dalam kimia medisinal karena kekakuannya yang terkendali, bentuk tiga dimensinya yang khas, serta kemudahannya dimodifikasi pada beberapa posisi sekaligus. Dengan tambahan substituen fluor, senyawa ini menjadi blok bangunan terfluorinasi yang siap dipakai peneliti untuk membangun molekul target tanpa perlu menjalankan tahap fluorinasi tersendiri yang biasanya menambah panjang rute sintesis dan menurunkan rendemen keseluruhan.
Daya tarik utama senyawa ini terletak pada gugus karbonil keton yang sangat serbaguna dan pada karbon alfa di sebelahnya yang relatif asam. Gugus karbonil dapat direduksi menjadi alkohol sekunder, diubah menjadi amina melalui aminasi reduktif, atau dikondensasikan dengan aldehida melalui reaksi aldol dan Knoevenagel untuk menghasilkan turunan benzilidena. Karbon alfa memungkinkan alkilasi, halogenasi, dan pembentukan enolat untuk memperluas kerangka. Sementara itu, atom fluor memberi efek elektron-tarik yang memodulasi kereaktifan cincin aromatik, menahan oksidasi metabolik pada posisi tersebut, dan sering kali meningkatkan afinitas ikatan pada penelitian senyawa bioaktif.
Di lingkungan laboratorium Indonesia, bahan ini biasanya digunakan oleh kelompok riset sintesis obat, khususnya pada program pengembangan analog inhibitor enzim dan senyawa aktif sistem saraf pusat yang memakai kerangka indan. Tersedia dalam kemasan 1 gram dan 5 gram, produk ini praktis untuk kerja skala milimol yang lazim di laboratorium penelitian kampus. Kemasan 1 gram membantu menekan biaya percobaan awal, sedangkan kemasan 5 gram mendukung sintesis seri turunan setelah kondisi reaksi optimal ditemukan.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 27
Produk TCI terkait
- TCI F0376 700-84-5 5-Fluoro-1-indanone
- TCI B5213 537050-14-9 2-Bromo-4'-fluoro-3'-(trifluoromethyl)acetophenone
- TCI B5074 749927-69-3 4-Bromo-2-fluoro-N-methylbenzamide
- TCI B4872 10472-88-5 2-Bromo-4-fluoro-6-nitroaniline
- TCI B4842 886762-70-5 1-Bromo-3-fluoro-2-nitrobenzene
- TCI B4237 362670-07-3 N2-(tert-Butoxycarbonyl)-4-fluoro-1,2-phenylenediamine
- Sintesis analog obat berbasis kerangka indan, karena inti indanon dapat dikembangkan menjadi indanol, indanamina, dan turunan benzilidena melalui transformasi karbonil yang sudah mapan.
- Reaksi kondensasi aldol dan Knoevenagel dengan aldehida aromatik, memanfaatkan karbon alfa yang asam untuk membangun turunan 2-benzilidena-1-indanon dengan sistem terkonjugasi luas.
- Aminasi reduktif menuju amina sekunder maupun tersier, suatu jalur penting untuk membuat pustaka senyawa uji dengan variasi gugus amina yang beragam.
- Penelitian efek substituen fluor pada aktivitas biologis, sebab perbandingan langsung dengan analog non-fluorinasi memberi data hubungan struktur-aktivitas yang bernilai tinggi.
- Bahan awal sintesis pewarna dan bahan fotoaktif, karena turunan benzilidena indanon memiliki sistem konjugasi yang menarik untuk kajian sifat optik dan elektronik material.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1481-32-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya dalam wadah tertutup rapat |
Simpan botol dalam kondisi tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung dan sumber panas. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali menimbang agar tidak terjadi kontaminasi silang antar bahan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan, dan lakukan penimbangan di area berventilasi baik atau di dalam lemari asam bila jumlah yang ditangani cukup besar. Hindari kontak dengan kulit dan mata serta jangan menghirup debunya. Jauhkan dari oksidator kuat, dan buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia organik yang berlaku di laboratorium.
—

