Heptanal (TCI H0025) adalah senyawa organik berbentuk cair yang memiliki rumus kimia C₇H₁₄O. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik. Heptanal memiliki aroma khas yang terdeteksi pada konsentrasi rendah, sehingga menjadi bahan penting dalam analisis aroma dan identifikasi senyawa organik. Dalam praktik laboratorium, heptanal digunakan untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks, baik dalam penelitian maupun pengembangan produk kimia.
Heptanal memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia seperti reduksi, oksidasi, dan reaksi substitusi. Ketersediaannya dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan penggunaan dalam skala laboratorium, baik untuk eksperimen kecil maupun penelitian yang memerlukan jumlah tertentu. Karena kestabilannya, heptanal juga cocok untuk penyimpanan jangka panjang jika disimpan dengan benar.
Di laboratorium Indonesia, heptanal digunakan secara luas dalam berbagai bidang seperti kimia organik, analisis kualitatif, dan pengembangan produk kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur alifatik sederhana. Ketersediaannya di pasar lokal dan kualitasnya yang terjamin menjadikannya pilihan utama para peneliti dan praktisi laboratorium. Heptanal juga digunakan dalam pendidikan untuk mengenalkan konsep reaksi kimia dan struktur molekul kepada mahasiswa.
- Heptanal digunakan dalam sintesis senyawa aromatik untuk membangun struktur molekul kompleks
- Bahan ini cocok untuk analisis kualitatif karena aroma khasnya yang mudah dideteksi
- Heptanal sering digunakan dalam uji reaktivitas senyawa organik dalam reaksi oksidasi dan reduksi
- Bahan ini menjadi bahan baku dalam pembuatan pelarut organik untuk berbagai eksperimen kimia
- Heptanal digunakan dalam penelitian farmakologi untuk uji aktivitas senyawa alifatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 111-71-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cair |
| Penyimpanan | Simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung |
Heptanal harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan cahaya matahari langsung. Karena sifatnya yang mudah menguap, wadah harus terkunci dan tidak terbuka terlalu lama. Dalam laboratorium, heptanal harus ditangani dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena aroma kuatnya dapat menyebabkan iritasi. Selain itu, bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan berbahaya lainnya, seperti asam atau basa kuat, untuk mencegah reaksi berbahaya.
- Paulson dkk. (2006). Photolysis of Heptanal. The Journal of Organic Chemistry doi:10.1021/jo060596u
- Greish dkk. (2013). Hydrogenation of heptanal over heterogeneous catalysts. Mendeleev Communications doi:10.1016/j.mencom.2013.07.014
- Api dkk. (2025). RIFM fragrance ingredient safety assessment, heptanal, CAS registry number 111-71-7. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2024.115215
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
