Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 98-61-3

4-Iodobenzenesulfonyl Chloride TCI I0051

4-Iodobenzenesulfonyl Chloride TCI I0051

Identitas Kimia

No. CAS
98-61-3
PubChem
CID 7399·SID 87571456
Rumus molekul
C6H4ClIO2S
Berat molekul
302.52 g/mol
Kemurnian
>93.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-iodobenzenesulfonyl chloride
SMILES
C1=CC(=CC=C1S(=O)(=O)Cl)I
InChIKey
POXFXTSTVWDWIR-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.961.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.961.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

4-Iodobenzenesulfonyl Chloride dari TCI adalah pereaksi sulfonilasi aromatik yang membawa atom iodium pada posisi para terhadap gugus sulfonil klorida. Bahan ini berperan ganda di laboratorium: sebagai pereaksi untuk memasang gugus sulfonil pada amina dan alkohol, sekaligus sebagai bahan pembangun yang menyisakan atom iodium reaktif untuk tahap sintesis berikutnya. Kombinasi tersebut membuatnya sangat dihargai dalam perancangan molekul bertahap, karena satu pereaksi dapat memberikan dua peluang fungsionalisasi tanpa perlu memasang gugus pelindung tambahan yang merepotkan.

Sifat yang menentukan pemilihannya adalah reaktivitas gugus sulfonil klorida yang tinggi terhadap nukleofil bernitrogen dan beroksigen, menghasilkan sulfonamida dan sulfonat ester yang stabil pada kondisi reaksi umum. Ikatan sulfonamida yang terbentuk tahan terhadap hidrolisis, sehingga banyak dipakai sebagai gugus pelindung amina maupun sebagai gugus farmakofor. Di sisi lain, sifat yang sama membuat bahan ini sangat peka terhadap kelembapan; kontak dengan uap air menghidrolisisnya menjadi asam sulfonat dan melepaskan hidrogen klorida. Karena itu penanganan dalam kondisi kering merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil reaksi yang baik dan reprodusibel.

Di laboratorium Indonesia, pereaksi ini digunakan pada riset kimia medisinal yang mengembangkan turunan sulfonamida, serta pada penelitian material dan kimia analitik yang memerlukan derivatisasi amina. Iklim tropis yang lembap menjadikan disiplin penyimpanan sebagai faktor penentu keberhasilan, sehingga kemasan 5 g kerap dipilih untuk pemakaian cepat dan kemasan 25 g untuk laboratorium dengan fasilitas penyimpanan kering yang memadai.

  • Sintesis sulfonamida dari amina primer dan sekunder, karena gugus sulfonil klorida bereaksi cepat dan menghasilkan ikatan yang stabil terhadap hidrolisis.
  • Pembuatan sulfonat ester dari alkohol, sebab gugus sulfonat berfungsi sebagai gugus pergi yang baik pada reaksi substitusi nukleofilik berikutnya.
  • Perlindungan gugus amina dalam sintesis bertahap, karena sulfonamida aril tahan terhadap banyak kondisi reaksi namun tetap dapat dilepas bila diperlukan.
  • Penyiapan substrat untuk kopling silang berkatalis paladium, sebab atom iodium para tetap utuh setelah tahap sulfonilasi dan siap dikembangkan lebih lanjut.
  • Derivatisasi analit bernitrogen untuk analisis instrumental, karena penambahan gugus aril beriodium meningkatkan berat molekul dan respons deteksi senyawa target.

Merek TCI
Nomor CAS 98-61-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin yang peka kelembapan; rujuk label dan sertifikat analisis tiap lot
Penyimpanan simpan kering dan sejuk, tertutup rapat, sebaiknya di dalam desikator

Simpan 4-Iodobenzenesulfonyl Chloride dalam wadah tertutup rapat di dalam desikator atau lemari kering, pada tempat yang sejuk dan terlindung cahaya. Bahan ini terhidrolisis oleh kelembapan udara sambil melepaskan hidrogen klorida, sehingga botol sebaiknya dibuka di lingkungan kering atau di bawah aliran gas inert, dan ditutup kembali secepat mungkin. Timbang dengan spatula kering serta hindari peralatan yang baru dicuci dan belum kering sempurna. Tangani di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena sifatnya korosif terhadap kulit, mata, dan saluran pernapasan. Jauhkan dari air, basa, dan alkohol yang tidak dimaksudkan bereaksi.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.