Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 10557-85-4

4-Iodo-3,5-dimethylisoxazole TCI I0727

4-Iodo-3,5-dimethylisoxazole TCI I0727

Identitas Kimia

No. CAS
10557-85-4
Rumus molekul
C5H6INO
Berat molekul
223.01 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-iodo-3,5-dimethyl-1,2-oxazole
SMILES
CC1=C(C(=NO1)C)I
InChIKey
NMNOXVWRJISEFE-UHFFFAOYSA-N
PubChem
CID 613883
Harga reguler Rp 584.850,00
Harga reguler Harga obral Rp 584.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0727 4-Iodo-3,5-dimethylisoxazole adalah blok bangunan heterosiklik yang tersusun atas cincin isoksazol beranggota lima dengan dua gugus metil serta satu atom iodium pada posisi 4. Cincin isoksazol mengandung atom nitrogen dan oksigen yang bersebelahan, menjadikannya motif yang sering muncul pada molekul aktif farmasi. Di laboratorium kimia medisinal, senyawa ini berfungsi sebagai titik masuk untuk menempelkan gugus 3,5-dimetilisoksazol ke berbagai kerangka molekul melalui reaksi kopling silang, sehingga peneliti dapat menjelajahi hubungan struktur dan aktivitas secara sistematis pada rangkaian senyawa uji.

Keunggulan yang membuatnya dipilih terletak pada posisi iodium yang sangat reaktif terhadap adisi oksidatif katalis paladium, sementara kedua gugus metil menstabilkan cincin dan mengatur kerapatan elektron sistem heteroaromatik. Kombinasi ini memungkinkan reaksi Suzuki, Stille, Negishi, maupun Sonogashira berjalan pada kondisi yang relatif lunak tanpa merusak cincin isoksazol yang peka terhadap reduksi keras. Motif 3,5-dimetilisoksazol sendiri dikenal luas dalam kimia medisinal sebagai peniru gugus asetil-lisin, sehingga senyawa ini banyak dicari pada program penelitian penghambat protein pengenal asetil-lisin dan target epigenetik lainnya.

Di Indonesia, bahan ini umumnya digunakan oleh laboratorium kimia medisinal dan sintesis organik di universitas serta unit riset farmasi yang mengembangkan senyawa kandidat baru. Tersedia dalam kemasan 1 g dan 5 g, ukuran tersebut cocok untuk tahap penapisan kondisi reaksi berskala milimol maupun untuk produksi beberapa analog sekaligus ketika rute sintesis telah terbukti berjalan baik.

  • Reaksi Suzuki–Miyaura pada heteroarena: iodida pada cincin isoksazol bereaksi mulus dengan asam boronat untuk membentuk ikatan karbon–karbon baru.
  • Sintesis penghambat bromodomain: motif dimetilisoksazol berperan sebagai peniru asetil-lisin yang banyak dieksplorasi pada riset target epigenetik.
  • Pembuatan pustaka senyawa kimia medisinal: satu bahan awal dapat diragamkan menjadi puluhan analog melalui variasi pasangan kopling yang berbeda.
  • Reaksi Sonogashira untuk perpanjangan rantai: penyisipan gugus alkuna memperluas jangkauan ruang kimia pada optimasi senyawa penuntun.
  • Studi reaktivitas heterosiklik: senyawa ini menjadi substrat model untuk menelaah perilaku halida pada cincin azol dalam katalisis logam transisi.

Merek TCI
Nomor CAS 10557-85-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rincian lot mengacu pada Certificate of Analysis
Penyimpanan tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran label produsen

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan terlindung dari cahaya, sebab senyawa organoiodida umumnya rentan mengalami perubahan warna akibat paparan cahaya dan panas berkepanjangan. Wadah kaca amber atau kemasan asli produsen merupakan pilihan yang tepat, dan penyimpanan terpisah dari oksidator serta reduktor kuat sangat dianjurkan. Lakukan penimbangan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, karena bahan dapat bersifat iritatif bagi kulit dan mata. Kumpulkan seluruh limbah padat maupun pelarut bekas ke dalam wadah limbah kimia yang berlabel jelas.

—