TCI M3095 4-Methoxy-3-(trifluoromethyl)benzoic Acid adalah building block terfluorinasi yang menggabungkan tiga elemen struktural penting dalam satu molekul aromatik: gugus asam karboksilat sebagai titik sambung reaksi, gugus metoksi sebagai pendonor elektron, dan gugus trifluorometil sebagai penarik elektron yang kuat. Kombinasi ini menjadikannya bahan antara yang banyak dicari dalam sintesis organik, khususnya pada riset penemuan obat dan bahan aktif pertanian. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai fragmen aromatik siap pakai yang menghemat beberapa tahap sintesis, sehingga peneliti dapat langsung memfokuskan usaha pada pembentukan ikatan amida, ester, atau heterosiklik pada tahap berikutnya.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih terutama berasal dari gugus trifluorometil, yang dikenal meningkatkan stabilitas metabolik, lipofilisitas, dan kemampuan menembus membran pada molekul kandidat obat. Gugus tersebut juga memberikan sinyal yang sangat informatif pada analisis NMR fluorin, sehingga jalannya reaksi mudah dipantau tanpa prosedur tambahan yang rumit. Gugus metoksi pada posisi para terhadap asam karboksilat mengatur distribusi kerapatan elektron cincin sehingga pola reaktivitas substitusi aromatik menjadi lebih terarah. Sebagai padatan asam karboksilat, senyawa ini mudah ditimbang, mudah dimurnikan melalui rekristalisasi, serta stabil pada penyimpanan normal laboratorium.
Di Indonesia, bahan seperti ini umum digunakan oleh laboratorium kimia organik sintesis di perguruan tinggi, pusat riset farmasi, serta unit pengembangan produk pada industri bahan aktif. Kemasan 5 g sangat sesuai untuk optimasi kondisi reaksi dan sintesis skala milimol, sedangkan kemasan 25 g mendukung pembuatan seri senyawa turunan atau penyiapan bahan antara dalam jumlah yang cukup untuk beberapa tahap sintesis lanjutan sekaligus.
Produk TCI terkait
- TCI T1302 433-97-6 2-(Trifluoromethyl)benzoic Acid
- TCI B5334 328-89-2 2-Bromo-4-(trifluoromethyl)benzoic Acid
- TCI B4843 320-31-0 4-Bromo-2-(trifluoromethyl)benzoic Acid
- TCI B4821 161622-14-6 4-Bromo-3-(trifluoromethyl)benzoic Acid
- TCI B4533 328-67-6 3-Bromo-5-(trifluoromethyl)benzoic Acid
- TCI B1420 725-89-3 3,5-Bis(trifluoromethyl)benzoic Acid
- Sintesis amida melalui aktivasi asam karboksilat, karena gugus karboksil bebasnya siap direaksikan dengan amina menggunakan reagen kopling standar seperti karbodiimida.
- Penyiapan pustaka senyawa untuk penemuan obat, sebab fragmen aromatik terfluorinasi ini menghadirkan sifat lipofilik dan stabilitas metabolik yang dicari pada molekul kandidat.
- Pembuatan ester dan turunan asil klorida, mengingat gugus asam karboksilatnya mudah dikonversi menjadi elektrofil reaktif untuk tahap sambung berikutnya dalam rangkaian sintesis.
- Riset bahan aktif pertanian, karena substituen trifluorometil kerap meningkatkan aktivitas hayati dan ketahanan senyawa terhadap degradasi di lingkungan aplikasi.
- Bahan awal sintesis heterosiklik seperti oksadiazol dan benzimidazol, sebab asam benzoat tersubstitusi merupakan prekursor klasik untuk pembentukan cincin tersebut.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog M3095 |
|---|---|
| Nomor CAS | 213598-09-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang; rincian lot mengacu pada CoA produsen |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan |
Simpan senyawa dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terhindar dari kelembapan udara yang dapat menyebabkan penggumpalan padatan. Jauhkan dari bahan bersifat basa kuat dan oksidator kuat karena senyawa ini bersifat asam. Gunakan spatula kering setiap kali pengambilan dan segera tutup kembali wadah untuk mencegah serapan uap air. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di area berventilasi baik atau di dalam lemari asam agar debu halus tidak terhirup. Asam karboksilat aromatik dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan, sehingga kontak langsung harus dihindari dan limbah dikelola sesuai prosedur institusi.
—

