TCI M3131 Methyl 2-Bromo-4-chlorobenzoate dengan nomor CAS 57381-62-1 adalah ester metil dari asam benzoat yang membawa dua halogen berbeda pada cincin aromatiknya, yaitu bromin pada posisi orto dan klorin pada posisi para terhadap gugus ester. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block multifungsi yang memungkinkan peneliti melakukan transformasi bertahap pada satu kerangka aromatik. Ketiga gugus fungsinya dapat dimanfaatkan secara berurutan, menjadikannya titik awal yang efisien untuk membangun molekul rumit dari bahan awal yang relatif sederhana.
Keunggulan utamanya terletak pada perbedaan reaktivitas antara ikatan karbon–bromin dan karbon–klorin. Ikatan C–Br jauh lebih mudah mengalami adisi oksidatif pada katalis paladium, sehingga peneliti dapat melakukan kopling silang secara selektif di posisi orto sambil membiarkan klorin tetap utuh sebagai pegangan untuk transformasi berikutnya dengan sistem katalis yang lebih aktif. Gugus ester metil melengkapi gambaran tersebut karena mudah dihidrolisis, direduksi, atau diubah menjadi amida. Ortogonalitas seperti ini jarang tersedia dalam satu molekul sederhana. Kemasan 5 g dan 25 g menyediakan pilihan untuk penelitian maupun sintesis berskala lebih besar.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada riset kimia organik sintetik dan kimia medisinal, khususnya kelompok yang menggeluti katalisis logam transisi dan sintesis senyawa heterosiklik terfusi. Ketersediaan kemasan 25 g menjadi nilai tambah bagi laboratorium yang sudah melewati tahap penapisan dan perlu menyiapkan bahan antara dalam jumlah memadai untuk beberapa tahap sintesis sekaligus tanpa pemesanan berulang.
Produk TCI terkait
- TCI B2255 76008-73-6 Ethyl 5-Bromo-2-chlorobenzoate
- TCI M2883 185312-82-7 Methyl 4-Bromo-2-chlorobenzoate
- TCI M2829 117738-74-6 Methyl 4-Bromo-3-chlorobenzoate
- TCI M2033 27007-53-0 Methyl 2-Bromo-5-chlorobenzoate
- TCI B1916 6942-36-5 Methyl 2-Bromo-5-nitrobenzoate
- TCI A1609 20676-54-4 Methyl 2-Acetamido-5-chlorobenzoate
- Kopling silang selektif pada posisi bromin, karena ikatan C–Br bereaksi lebih dulu daripada C–Cl sehingga peneliti memperoleh kendali urutan reaksi yang sangat berguna.
- Sintesis senyawa heterosiklik terfusi, sebab kedekatan gugus ester dan bromin pada posisi orto memudahkan reaksi siklisasi intramolekul menuju kerangka lakton maupun laktam.
- Pembuatan turunan amida dan asam karboksilat, mengingat gugus ester metil mudah dihidrolisis atau diaminolisis tanpa mengganggu kedua substituen halogen pada cincin.
- Fungsionalisasi bertahap untuk pustaka senyawa, karena tiga titik reaktif yang berbeda memungkinkan pembuatan banyak analog dari satu bahan awal yang sama.
- Sintesis prekursor ligan dan material aromatik, sebab pola substitusi yang terdefinisi jelas membantu peneliti mengatur geometri molekul hasil secara terprediksi dan berulang.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 57381-62-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | rujuk keterangan pada label dan CoA produsen |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik |
Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, sesuai anjuran pada label serta lembar data keselamatan produsen. Jauhkan dari kelembapan berlebih, basa kuat, dan oksidator kuat, karena gugus ester dapat terhidrolisis pada kondisi basa. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan, serta kerjakan penimbangan dan pemindahan di dalam lemari asam karena senyawa aromatik terhalogenasi umumnya bersifat iritan bagi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Tangani tumpahan dengan bahan penyerap inert, dan kumpulkan limbah pada wadah limbah organik terhalogenasi berlabel.
—


