4-(2-Octylamino)diphenylamine, yang juga dikenal sebagai N-(1-metilheptil)-N'-fenil-p-fenilendiamina, adalah turunan p-fenilendiamina dengan satu gugus fenil dan satu gugus oktil sekunder pada kedua atom nitrogennya. Dalam katalog TCI, senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik. Golongan senyawa ini dikenal luas sebagai antioksidan dan antiozonan untuk karet dan elastomer. Di laboratorium, bahan ini dipakai untuk riset stabilisasi polimer, sintesis, dan analisis aditif.
Bahan ini dipilih karena gugus amina aromatiknya mudah mendonorkan atom hidrogen dan elektron. Dengan cara itu, ia menangkap radikal bebas dan bereaksi dengan ozon lebih cepat daripada rantai polimer yang dilindunginya. Rantai oktil yang bercabang menambah kelarutannya dalam matriks nonpolar, seperti karet, minyak, dan bahan bakar, serta mengurangi migrasinya. Karena mudah teroksidasi, senyawa ini juga menarik untuk studi elektrokimia dan pembentukan kuinondiimina. Namun, sifat yang sama membuatnya perlu disimpan dengan hati-hati.
Di Indonesia, sebagai salah satu produsen karet alam terbesar di dunia, bahan ini relevan bagi laboratorium riset karet, balai penelitian perkebunan, dan industri ban serta barang karet. Senyawa ini dapat dipakai untuk mengevaluasi ketahanan vulkanisat terhadap penuaan dan retak akibat ozon. Laboratorium analitik juga dapat memakainya sebagai standar untuk identifikasi aditif dalam produk karet dan limbahnya.
- Riset antiozonan karet: ditambahkan ke kompon karet alam atau sintetis untuk menguji perlindungan terhadap retak akibat ozon dan penuaan oksidatif pada vulkanisat.
- Studi mekanisme antioksidan: gugus amina aromatiknya menangkap radikal bebas, sehingga senyawa ini berguna sebagai model untuk mempelajari kinetika penghambatan oksidasi polimer.
- Standar analisis aditif: dipakai sebagai bahan pembanding dalam HPLC atau GC-MS untuk mengidentifikasi dan menghitung kadar turunan p-fenilendiamina dalam produk karet.
- Penelitian lingkungan: berguna sebagai acuan dalam studi tentang turunan p-fenilendiamina dan produk oksidasinya yang terlepas dari partikel ban ke lingkungan perairan.
- Sintesis dan elektrokimia: oksidasinya menjadi kuinondiimina dapat dipelajari dengan voltametri, dan hasilnya dapat dipakai sebagai zat antara untuk turunan amina aromatik baru.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 15233-47-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | rujuk CoA (turunan amina aromatik, dapat berubah warna bila teroksidasi) |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan gelap, sebaiknya di bawah gas inert |
Karena turunan p-fenilendiamina mudah teroksidasi oleh udara dan cahaya, simpan bahan ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan gelap. Idealnya, isi ruang kosong di dalam botol dengan nitrogen atau argon setelah dibuka. Hindari kontak dengan kulit, karena amina aromatik dapat menimbulkan sensitisasi. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan lemari asam. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam, lalu buang limbah sesuai ketentuan SDS.
—

