Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 16245-77-5

1,4-Phenylenediamine Sulfate TCI P0175

1,4-Phenylenediamine Sulfate TCI P0175

Identitas Kimia

No. CAS
16245-77-5
PubChem
CID 27769·SID 87574425
Rumus molekul
C6H10N2O4S
Berat molekul
206.22 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
benzene-1,4-diamine;sulfuric acid
SMILES
C1=CC(=CC=C1N)N.OS(=O)(=O)O
InChIKey
UFPKLWVNKAMAPE-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,4-Phenylenediamine Sulfate dari TCI (kode P0175) adalah garam sulfat dari p-fenilenadiamina, yaitu diamina aromatik dengan dua gugus amina yang saling berseberangan pada posisi para di cincin benzena. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik yang penting dalam kimia pewarna, kimia polimer, dan kimia redoks. Bentuk molekulnya yang lurus dan simetris membuat p-fenilenadiamina banyak dipakai sebagai unit penyusun polimer aramid dan sebagai prekursor zat warna oksidatif.

Garam sulfat lebih disukai untuk penyimpanan dan penimbangan karena p-fenilenadiamina bebas sangat mudah teroksidasi di udara dan cepat berubah warna menjadi gelap. Dalam bentuk garam, bahan lebih stabil dan konsentrasi larutannya lebih mudah diatur. Sifat redoksnya juga khas: p-fenilenadiamina mudah melepaskan elektron membentuk spesies kuinondiimina yang berwarna. Karena itu, senyawa ini menarik untuk studi elektrokimia, reaksi oksidasi, dan mekanisme pembentukan zat warna. Kesimetrisan molekulnya juga menguntungkan dalam rancangan polimer dan bahan berpori yang teratur.

Di Indonesia, bahan ini relevan untuk laboratorium kimia organik dan polimer di perguruan tinggi, laboratorium riset kosmetik yang mengkaji zat pewarna rambut, serta kelompok penelitian bahan maju yang mengembangkan kerangka organik kovalen. Laboratorium pengujian juga dapat memakainya sebagai bahan acuan dalam studi metode analisis senyawa amina aromatik. Kemasan 25 gram praktis untuk berbagai percobaan skala kecil.

  • Riset zat pewarna oksidatif: p-fenilenadiamina adalah prekursor klasik pewarna rambut yang membentuk warna lewat oksidasi, sehingga cocok untuk studi mekanisme dan formulasi berskala laboratorium.
  • Sintesis polimer aramid skala laboratorium: struktur diamina para yang lurus dapat bereaksi dengan diasil klorida membentuk poliamida aromatik yang kaku dan berkekuatan tinggi.
  • Pembuatan kerangka organik kovalen dan bahan berpori: kesimetrisan molekulnya memudahkan pembentukan jaringan imina teratur bersama aldehida multifungsi untuk riset adsorpsi dan katalisis.
  • Studi elektrokimia dan redoks: oksidasinya yang mudah dan reversibel membentuk spesies berwarna, sehingga berguna untuk pengajaran voltametri dan pengembangan sensor elektrokimia sederhana.
  • Riset antioksidan dan stabilisator: turunan p-fenilenadiamina dikenal sebagai antioksidan karet, sehingga senyawa induknya berguna sebagai model untuk mempelajari mekanisme penangkapan radikal.

Merek TCI (kode produk P0175)
Nomor CAS 16245-77-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan (garam sulfat)
Penyimpanan simpan tertutup rapat, terlindung dari cahaya, udara, dan kelembapan

p-Fenilenadiamina dan garamnya dikenal sebagai pemicu alergi kulit yang kuat serta berbahaya bila terhirup atau tertelan. Tangani bahan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas lab berlengan panjang, dan kacamata pelindung. Hindari kontak langsung dengan kulit sekecil apa pun. Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan gelap, terpisah dari bahan pengoksidasi. Bersihkan tumpahan tanpa menerbangkan debu, lalu buang limbah sesuai prosedur limbah B3 dan petunjuk SDS.

  • Johnson (2017). m-Phenylenediamine and m-Phenylenediamine Sulfate. International Journal of Toxicology doi:10.1177/1091581817720164
  • Frosch dkk. (2011). Patch testing with hydroxyethyl-p-phenylenediamine sulfate - cross-reactivity with p-phenylenediamine. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.2011.01916.x
  • (1994). Final Report on the Safety Assessment of N-Phenyl-p-Phenylenediamine, N-Phenyl-p-Phenylenediamine Hydrochloride, and N-Pheny 1-p-Phenylenediamine Sulfate. Journal of the American College of Toxicology doi:10.3109/10915819409140613

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.