Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 32231-06-4

1-Piperonylpiperazine TCI P1041

1-Piperonylpiperazine TCI P1041

Identitas Kimia

No. CAS
32231-06-4
PubChem
CID 94426·SID 87575153
Rumus molekul
C12H16N2O2
Berat molekul
220.27 g/mol
Kemurnian
>97.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-(1,3-benzodioxol-5-ylmethyl)piperazine
SMILES
C1CN(CCN1)CC2=CC3=C(C=C2)OCO3
InChIKey
NBOOZXVYXHATOW-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.140.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.140.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1-Piperonylpiperazine (TCI P1041) adalah senyawa heterosiklik yang terdiri atas cincin piperazin yang terikat pada gugus piperonil. Gugus piperonil adalah benzil yang membawa cincin 1,3-benzodioksol, atau metilendioksi. Di laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai building block dalam kimia medisinal dan sintesis organik. Satu nitrogen piperazinnya masih bebas sehingga mudah diubah lebih lanjut. Motif piperonilpiperazin dapat ditemukan dalam beberapa senyawa farmakologis, termasuk struktur obat golongan agonis dopamin.

Peneliti memilih senyawa ini karena menyediakan dua fragmen penting sekaligus. Cincin benzodioksol sering muncul dalam produk alam dan molekul bioaktif. Sementara itu, piperazin dikenal sebagai salah satu kerangka yang paling banyak dipakai dalam desain obat karena memengaruhi kelarutan dan sifat farmakokinetik. Nitrogen sekunder yang bebas dapat bereaksi melalui alkilasi, asilasi, arilasi Buchwald–Hartwig, substitusi nukleofilik aromatik, atau aminasi reduktif. Dengan begitu, peneliti dapat merakit molekul target dalam sedikit langkah.

Di Indonesia, produk ini cocok untuk laboratorium kimia farmasi dan sintesis organik yang mengembangkan turunan senyawa bioaktif, misalnya kandidat obat untuk sistem saraf pusat atau senyawa antimikroba. Senyawa ini juga dapat dipakai untuk praktikum lanjutan tentang reaksi amina sekunder. Kemasan 5 g cocok untuk eksplorasi awal, sedangkan kemasan 25 g mendukung pembuatan seri analog yang lebih besar.

  • Sintesis turunan piperazin bioaktif: nitrogen sekunder yang bebas memudahkan pemasangan fragmen piperonilpiperazin ke berbagai kerangka molekul dalam riset kimia medisinal.
  • Substitusi nukleofilik aromatik: senyawa ini bereaksi dengan heteroaril halida yang teraktivasi, misalnya kloropirimidin, untuk membentuk arilpiperazin tersubstitusi.
  • Kopling Buchwald–Hartwig: amina sekundernya dapat dikopling dengan aril halida menggunakan katalis paladium untuk menghasilkan N-arilpiperazin.
  • Pembentukan amida dan sulfonamida: reaksi dengan klorida asam atau sulfonil klorida menghasilkan pustaka analog untuk studi hubungan struktur–aktivitas.
  • Studi senyawa berbasis benzodioksol: fragmen metilendioksi dapat dipakai untuk mempelajari pengaruh gugus ini terhadap aktivitas biologis dan metabolisme senyawa.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 32231-06-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik lihat label dan CoA produk
Penyimpanan tutup rapat dan simpan di tempat sejuk, kering, serta gelap

Seperti amina sekunder lainnya, senyawa ini dapat bereaksi perlahan dengan karbon dioksida dan kelembapan udara. Karena itu, pastikan wadah selalu tertutup rapat setelah dipakai. Simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, jauh dari asam kuat dan oksidator. Untuk penyimpanan jangka panjang, gas inert seperti nitrogen dapat dipakai untuk mengisi ruang kosong di dalam wadah. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, lalu rujuk SDS untuk informasi bahaya.

  • Kenji Hashimoto dkk. (1992). Antagonism of 3,4-methylenedioxymethamphetamine-induced neurotoxicity in rat brain by 1-piperonylpiperazine. European Journal of Pharmacology: Environmental Toxicology and Pharmacology doi:10.1016/0926-6917(92)90027-a
  • Park dkk. (2014). A novel caffeic acid–1-piperonylpiperazine hybridization compound HBU-47 inhibits LPS-mediated inflammation in RAW264.7 macrophage cells. International Immunopharmacology doi:10.1016/j.intimp.2013.12.002
  • Zhou dkk. (2026). Piperonylpiperazine Targets RhlI to Reduce Virulence and Potentiate EDTA Sensitivity in Pseudomonas aeruginosa. Foods doi:10.3390/foods15152660

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.