Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 76-37-9

2,2,3,3-Tetrafluoro-1-propanol TCI T0101

2,2,3,3-Tetrafluoro-1-propanol TCI T0101

Identitas Kimia

No. CAS
76-37-9
PubChem
CID 6441·SID 87576113
Rumus molekul
C3H4F4O
Berat molekul
132.06 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,2,3,3-tetrafluoropropan-1-ol
SMILES
C(C(C(F)F)(F)F)O
InChIKey
NBUKAOOFKZFCGD-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 717.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 717.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,2,3,3-Tetrafluoro-1-propanol dari TCI (kode T0101) adalah alkohol terfluorinasi. Kerangkanya terdiri dari tiga karbon dengan empat atom fluor pada posisi dua dan tiga, serta satu gugus hidroksil primer di ujung rantai. Di laboratorium, bahan ini termasuk blok bangunan terfluorinasi. Ia digunakan untuk memasukkan fragmen fluoroalkil ke dalam molekul melalui pembentukan eter, ester, karbonat, atau uretan. Bahan ini juga dimanfaatkan sebagai pelarut khusus karena sifat fisikokimianya yang berbeda dari alkohol biasa.

Bahan ini dipilih karena atom fluor yang sangat elektronegatif mengubah sifat gugus hidroksil secara nyata. Alkohol ini menjadi lebih asam dan lebih kuat sebagai donor ikatan hidrogen dibandingkan propanol biasa, tetapi kurang nukleofilik. Kombinasi ini membuatnya mampu melarutkan zat warna dan polimer tertentu yang sulit larut dalam pelarut umum. Turunannya membawa ciri khas senyawa terfluorinasi, seperti stabilitas kimia dan oksidatif yang lebih baik, energi permukaan rendah, serta perubahan lipofilisitas yang penting dalam kimia medisinal dan material.

Di Indonesia, 2,2,3,3-Tetrafluoro-1-propanol relevan bagi laboratorium kimia organik, kimia medisinal, dan material yang mengembangkan senyawa terfluorinasi. Bahan ini juga menarik bagi penelitian elektrolit baterai, bidang yang sedang berkembang pesat seiring tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik nasional. Pada penelitian tersebut, eter dan ester terfluorinasi dikaji sebagai pelarut atau aditif elektrolit. Tersedia dalam kemasan 25g, 100g, dan 500g untuk skala skrining hingga sintesis berulang.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis eter terfluorinasi untuk riset elektrolit: alkohol ini menjadi bahan baku eter fluoroalkil yang dikaji sebagai ko-pelarut elektrolit baterai litium karena stabilitas oksidatifnya yang baik.
  • Pembuatan ester, karbonat, dan akrilat terfluorinasi: reaksi gugus hidroksilnya dengan asil klorida atau isosianat menghasilkan monomer dan aditif berenergi permukaan rendah untuk pelapis dan polimer.
  • Pelarut khusus untuk zat warna dan polimer: sifat donor ikatan hidrogennya yang kuat membantu melarutkan zat warna organik dan polimer tertentu, misalnya untuk pembuatan lapisan tipis dengan teknik pelapisan putar.
  • Pengenalan fragmen fluoroalkil dalam kimia medisinal: gugus tetrafluoropropil dapat dipasang sebagai eter pada kerangka obat untuk mempelajari pengaruh fluorinasi terhadap lipofilisitas dan stabilitas metabolik.
  • Medium reaksi alkohol terfluorinasi: seperti alkohol terfluorinasi lain, bahan ini dapat dikaji sebagai pelarut atau ko-pelarut yang menstabilkan zat antara kationik dan memengaruhi selektivitas reaksi tertentu.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk T0101
Nomor CAS 76-37-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik cairan tidak berwarna
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan berventilasi, jauh dari sumber api

Simpan 2,2,3,3-Tetrafluoro-1-propanol dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari panas, api terbuka, sumber percikan, oksidator kuat, logam alkali, dan basa kuat. Uapnya dapat mengiritasi saluran napas dan mata, sehingga penanganan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan jangan menghirup uap. Limbah senyawa terfluorinasi perlu dipisahkan dan dibuang sesuai SDS produsen serta aturan pengelolaan limbah setempat.

—