Pipet Tetes: Fungsi, Jenis, Cara Pakai & Cara Memilih di Lab
Liquid error (sections/main-article line 59): comparison of String with 86400 failedBagikan
Apa itu pipet tetes?
Pipet tetes adalah alat untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil, tetes demi tetes atau dalam beberapa mililiter. Bentuknya tabung sempit dengan ujung meruncing di satu sisi. Sisi lainnya dipasangi karet penyedot (bulb) yang ditekan untuk menarik dan mengeluarkan cairan.
Di laboratorium kimia, biologi, dan farmasi, alat ini sering disebut pipet Pasteur bila terbuat dari kaca. Nama itu merujuk pada bentuk pipet kaca tipis yang lazim dipakai di laboratorium mikrobiologi sejak lama. Di laboratorium pendidikan, istilah "pipet tetes" biasanya mencakup pipet kaca dengan karet di atasnya. Ada juga pipet plastik satu bagian yang dapat ditekan langsung.
Pipet tetes bukan alat ukur presisi. Skala volumenya, bila ada, hanya perkiraan kasar. Untuk pengukuran yang menuntut ketelitian, gunakan pipet volumetrik, pipet ukur, buret, atau mikropipet.
Apa saja jenis pipet tetes?
Secara praktis, jenisnya dibedakan dari bahan dan bentuknya.
1. Pipet tetes kaca (pipet Pasteur)
Terbuat dari kaca dan berupa tabung lurus dengan ujung meruncing. Pipet ini umumnya dipakai bersama karet penyedot terpisah. Kelebihannya ketahanan terhadap banyak pelarut organik dan asam, serta tidak melepaskan plastisizer ke sampel. Kekurangannya, kaca mudah patah dan ujungnya tajam bila pecah.
2. Pipet tetes plastik (transfer pipette)
Biasanya dari polietilena, dengan bulb yang menyatu dengan tabung. Pipet ini lentur, tidak mudah pecah, dan nyaman untuk larutan berair, pewarna, atau reagen yang tidak agresif. Sebagian bahan plastik tidak cocok dengan pelarut organik tertentu karena dapat melunak, mengembang, atau melepaskan zat.
3. Pipet tetes dengan tutup botol (dropper bottle)
Pipet kaca atau plastik yang terpasang pada tutup botol. Bentuk ini lazim untuk indikator dan larutan yang diteteskan berulang, misalnya indikator asam-basa.
4. Pipet tetes bersumbat kapas atau berfilter
Dipakai di laboratorium biologi atau kultur sel bila risiko kontaminasi aerosol perlu ditekan. Pipet ini umumnya tersedia dalam kemasan steril.
Apa saja sifat penting yang perlu diperhatikan?
Beberapa sifat menentukan apakah pipet cocok untuk pekerjaan Anda.
Bahan tabung. Kaca memberi ketahanan kimia yang luas dan mudah dibilas. Plastik lebih aman dari segi pecah, tetapi kompatibilitasnya terhadap pelarut harus dicek.
Bahan karet penyedot. Karet dapat mengembang, mengeras, atau lengket ketika bersentuhan dengan uap pelarut organik tertentu. Karena itu cairan sebaiknya tidak sampai masuk ke karet. Bila karet rusak, ganti saja, dan jangan memaksakan pemakaian.
Panjang dan diameter ujung. Pipet yang lebih panjang menjangkau dasar labu leher sempit atau tabung reaksi dalam. Ujung yang lebih halus memberi tetesan lebih kecil dan terkontrol, tetapi bisa tersumbat oleh larutan kental atau berpartikel.
Kondisi ujung. Ujung yang retak atau tidak rata membuat tetesan tidak konsisten dan dapat menggores wadah. Periksa ujungnya sebelum pemakaian.
Kebersihan dan sterilitas. Untuk analisis jejak atau pekerjaan mikrobiologi, pilih kemasan yang sesuai. Untuk kerja rutin, pipet bersih sekali pakai sering cukup.
Untuk apa pipet tetes dipakai di laboratorium?
Penggunaan paling umum:
- Titrasi: menambahkan indikator beberapa tetes ke larutan analit, atau menyesuaikan volume titran mendekati titik akhir bila dipakai bersama alat lain.
- Menambah cairan sampai tanda batas: mengisi labu ukur dengan pelarut tetes demi tetes pada tahap akhir pengenceran agar meniskus tepat di garis tera.
- Ekstraksi cair-cair: memindahkan lapisan organik atau berair dari corong pisah atau tabung kecil ke wadah lain.
- Kromatografi lapis tipis dan preparasi sampel: membantu memindahkan larutan sampel atau menambahkan sedikit pelarut. Untuk penotolan pada pelat KLT biasanya dipakai kapiler khusus.
- Reaksi skala kecil: menambahkan reagen cair secara bertahap ke campuran reaksi, misalnya asam atau basa pekat dengan sangat hati-hati.
- Mikrobiologi dan biologi sel: memindahkan suspensi atau medium dalam jumlah kecil (dengan pipet steril yang sesuai).
- Praktikum pendidikan: uji reagen, reaksi warna, dan pengamatan kualitatif.
Bagaimana cara memilih pipet tetes yang tepat?
Mulailah dari pertanyaan berikut.
Cairan apa yang akan dipindahkan?
Untuk pelarut organik, asam kuat, atau campuran agresif, pipet kaca umumnya pilihan yang lebih aman, dengan catatan karet penyedotnya diperhatikan. Untuk larutan berair, buffer, atau pewarna, pipet plastik biasanya memadai.
Seberapa penting akurasi volume?
Jika hanya perlu "beberapa tetes" atau memindahkan sisa larutan, pipet tetes cukup. Jika volume harus tepat, gunakan alat ukur yang sesuai dan pipet tetes hanya sebagai pelengkap.
Apakah dipakai sekali atau berulang?
Pipet kaca bisa dicuci dan dipakai kembali, tetapi untuk analisis yang rawan kontaminasi silang, pakai sekali buang lebih praktis. Pekerjaan rutin dengan banyak sampel juga lebih efisien dengan kemasan isi banyak.
Apakah ada risiko pecah?
Di ruang praktikum dengan banyak pengguna pemula, pipet plastik mengurangi risiko cedera. Di laboratorium riset atau QC, pipet kaca tetap umum karena ketahanan kimianya.
Apa yang perlu disiapkan di sekitarnya?
Pipet kaca memerlukan karet penyedot yang pas dengan diameter pangkalnya. Siapkan juga wadah pembuangan khusus limbah kaca tajam.
Sebagai contoh, Pipet Tetes Pasteur Kaca 250 pcs Normax PA 54 260 cocok untuk laboratorium yang membutuhkan pipet kaca dalam jumlah banyak untuk pemakaian rutin. Pipet ini dipasangkan dengan Karet Penyedot untuk Pipet Tetes Pasteur Normax PA K3914. Pastikan Anda memeriksa spesifikasi produk pada halamannya agar sesuai dengan kebutuhan. Pilihan pipet dan perlengkapan lain tersedia di koleksi pipet AMI Scientific.
Bagaimana cara memakai pipet tetes dengan benar?
Urutan berikut berlaku untuk pipet kaca dengan karet penyedot terpisah.
1. Periksa pipet. Pastikan ujung tidak retak dan tabung tidak bergores dalam. Jangan pakai pipet yang ujungnya tajam atau tidak rata.
2. Pasang karet. Sambungkan karet penyedot pada pangkal pipet dengan pegangan dekat pangkal agar tidak patah saat ditekan.
3. Tekan karet sebelum mencelup. Tekan karet saat pipet masih di luar cairan. Menekan di dalam cairan menimbulkan gelembung dan percikan.
4. Celupkan ujung dan lepaskan perlahan. Lepaskan tekanan secara bertahap sampai cairan naik ke volume yang diinginkan.
5. Jaga posisi tegak. Pegang pipet dengan ujung menghadap ke bawah. Memiringkannya ke atas membuat cairan mengalir ke karet, yang dapat merusak karet dan mengontaminasi sampel berikutnya.
6. Teteskan dengan terkontrol. Dekatkan ujung ke wadah tujuan tanpa menyentuh dinding atau cairan di dalamnya, lalu tekan karet perlahan.
7. Jangan kembalikan ke botol reagen. Pipet yang sudah menyentuh sampel tidak boleh dicelupkan lagi ke botol stok. Tuang sedikit reagen ke wadah kecil lebih dulu.
Satu pipet untuk satu cairan. Bila harus berganti cairan, ganti pipet atau bersihkan sampai benar-benar bebas residu.
Bagaimana cara membersihkan, menyimpan, dan membuang pipet tetes?
Pembersihan pipet kaca. Bilas segera setelah dipakai agar residu tidak mengering di ujung sempit. Gunakan pelarut atau air sesuai sifat residu, lalu bilas akhir dengan air suling bila diperlukan. Rendam dalam larutan pembersih laboratorium bila perlu, lalu bilas berulang. Keringkan dengan ujung menghadap ke bawah.
Karet penyedot. Bilas dengan air dan keringkan. Hindari merendam lama dalam pelarut organik. Periksa secara berkala apakah karet retak, lengket, atau kehilangan elastisitas.
Penyimpanan. Simpan pipet dalam kemasan atau wadah tertutup yang bersih, jauh dari debu. Letakkan pipet kaca agar ujungnya tidak terbentur. Jangan taruh pipet dalam posisi berdiri di gelas kimia tanpa penyangga stabil.
Pembuangan. Pipet kaca bekas, terutama yang pecah, dibuang ke wadah limbah benda tajam yang kaku, bukan ke tempat sampah biasa. Pipet yang tercemar bahan kimia atau biologi berbahaya mengikuti prosedur limbah laboratorium Anda.
Keselamatan. Gunakan sarung tangan dan kacamata pelindung, terutama saat menangani asam, basa, atau pelarut volatil. Jangan pernah menyedot cairan dengan mulut.
Kesalahan umum saat memakai pipet tetes
- Memakai pipet tetes untuk pengukuran volume yang menuntut ketelitian.
- Membiarkan cairan masuk ke karet penyedot.
- Memakai kembali satu pipet untuk beberapa reagen tanpa dibersihkan.
- Menggunakan pipet plastik untuk pelarut yang melunakkannya.
- Memaksa memasang karet yang ukurannya tidak cocok sehingga pipet patah.
- Menyimpan pipet bersih bercampur dengan peralatan yang berdebu atau terkontaminasi.
FAQ
Apa beda pipet tetes dengan pipet ukur?
Pipet tetes dipakai untuk memindahkan cairan tanpa pengukuran akurat. Pipet ukur punya skala yang dikalibrasi untuk mengeluarkan volume tertentu dengan lebih teliti, dan dipakai ketika volume harus diketahui. Keduanya tidak dapat saling menggantikan untuk pekerjaan kuantitatif.
Apakah pipet tetes kaca boleh dipakai ulang?
Boleh, selama masih utuh dan dapat dibersihkan tuntas. Untuk analisis yang sensitif terhadap kontaminasi silang atau pekerjaan steril, lebih aman memakai pipet baru atau sekali pakai.
Bisakah pipet tetes dipakai untuk asam atau pelarut organik?
Pipet kaca umumnya tahan terhadap banyak asam dan pelarut organik, tetapi karet penyedotnya bisa rusak. Cek kompatibilitas bahan dengan lembar data keselamatan (SDS) dan informasi dari produsen. Hindari cairan masuk ke karet. Beberapa bahan, misalnya asam fluorida, tidak boleh bersentuhan dengan kaca.
Apakah karet penyedot dijual terpisah dari pipet?
Pada pipet kaca Pasteur, karet biasanya terpisah dan dapat diganti sendiri bila aus. Lihat Karet Penyedot untuk Pipet Tetes Pasteur Normax PA K3914 dan koleksi pipet untuk perlengkapan yang tersedia.
Berapa volume satu tetes dari pipet tetes?
Tidak ada angka tunggal. Volume tetesan bergantung pada diameter ujung, sifat cairan seperti tegangan permukaan dan viskositas, serta sudut dan kecepatan penekanan. Bila volume tetes harus diketahui untuk metode tertentu, kalibrasi dengan pipet yang Anda pakai dan cairan yang sama.
Ringkasan
Pipet tetes adalah alat sederhana yang dipakai hampir setiap hari di laboratorium. Pilih bahan sesuai cairan yang ditangani, jaga agar cairan tidak masuk ke karet, dan gunakan alat ukur yang tepat saat volume harus akurat. Untuk kebutuhan pipet kaca dan karet penyedotnya, lihat koleksi pipet AMI Scientific.