Fungsi dan Cara Menggunakan Termometer Laboratorium

Beranda › Alat Laboratorium

Panduan alat laboratorium

Fungsi dan Cara Menggunakan Termometer Laboratorium

Termometer laboratorium adalah alat untuk mengukur suhu cairan, gas, atau ruang. Termometer kaca berisi cairan (raksa atau alkohol berwarna) yang memuai naik di pipa kapiler saat suhu naik; termometer digital memakai sensor elektronik seperti termokopel atau PT100.

Bagian-bagian termometer laboratorium

Fungsi termometer laboratorium

  • Mengukur suhu larutan saat dipanaskan atau didinginkan.
  • Menentukan titik didih dan titik leleh zat.
  • Memantau suhu penangas air, inkubator, dan lemari pendingin sampel.
  • Mengoreksi pengukuran yang bergantung suhu, misalnya pH dan massa jenis.

Bagian-bagian termometer laboratorium

  1. 1Reservoir (bulb) – wadah cairan termometer, bagian yang dicelupkan
  2. 2Pipa kapiler – jalur naik-turunnya cairan
  3. 3Skala – biasanya −10 sampai 110 °C atau sampai 360 °C
Bagian-bagian termometer laboratorium: 1) reservoir (bulb), 2) pipa kapiler, 3) skala.
Bagian-bagian termometer laboratorium: 1) reservoir (bulb), 2) pipa kapiler, 3) skala.

Cara menggunakan termometer laboratorium

Termometer Laboratorium – Langkah 1: Celupkan reservoir di tengah cairan
Langkah 1

Celupkan reservoir di tengah cairan

Celupkan seluruh reservoir di tengah cairan. Jangan sampai menyentuh dasar atau dinding wadah, karena suhunya bisa berbeda dari suhu cairan.

Termometer Laboratorium – Langkah 2: Tunggu stabil, baca sejajar mata
Langkah 2

Tunggu stabil, baca sejajar mata

Tunggu sampai cairan termometer berhenti bergerak (biasanya 1–3 menit), lalu baca ujung kolom dengan mata sejajar agar tidak terjadi paralaks.

Termometer Laboratorium – Langkah 3: Pegang ujung atas, bukan reservoir
Langkah 3

Pegang ujung atas, bukan reservoir

Pegang termometer pada ujung atas. Menyentuh reservoir membuat panas tangan ikut terbaca.

Termometer Laboratorium – Langkah 4: Jangan dipakai untuk mengaduk
Langkah 4

Jangan dipakai untuk mengaduk

Gunakan batang pengaduk untuk mengaduk. Termometer kaca tipis dan mudah patah, terutama di bagian reservoir.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memakai termometer di atas batas skalanya: termometer bisa pecah.
  • Langsung mencelupkan termometer dingin ke cairan sangat panas: kejutan suhu bisa meretakkan kaca.

Perawatan dan keselamatan

  • Simpan dalam tabung pelindung, mendatar, atau digantung; jangan dibiarkan menggelinding di meja.
  • Bila termometer raksa pecah, jangan menyapu atau menyedot dengan penyedot debu; kumpulkan dengan alat khusus dan perlakukan sebagai limbah B3.

Jenis dan ukuran termometer laboratorium

Termometer alkohol (cairan merah atau biru) lebih aman daripada raksa dan cukup untuk sebagian besar pekerjaan sampai sekitar 110 °C. Termometer digital dengan probe stainless lebih cepat dan mudah dibaca. Untuk inkubator dan lemari pendingin tersedia termometer min-maks.

Termometer Laboratorium di AMI Scientific

Contoh termometer laboratorium yang tersedia di toko kami. Semua harga belum termasuk PPN.

AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menggunakan termometer laboratorium?

Celupkan reservoir di tengah cairan tanpa menyentuh dinding, tunggu sampai stabil, lalu baca ujung kolom dengan mata sejajar.

Mengapa termometer tidak boleh untuk mengaduk?

Kacanya tipis dan mudah patah. Bila pecah, cairan di dalamnya (terutama raksa) berbahaya.

Alat terkait

Disusun tim AMI Scientific dari praktik laboratorium baku. Ilustrasi: AMI Scientific. Diperbarui: 06-11-2026.

Butuh termometer laboratorium untuk laboratorium Anda?

AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.