TCI D1330 1,3-Diamino-2-propanol-N,N,N',N'-tetraacetic Acid adalah agen pengkelat aminopolikarboksilat yang membawa kerangka 1,3-diamino-2-propanol dengan gugus hidroksil pada karbon tengah. Sama seperti keluarga EDTA, senyawa ini menyediakan dua atom nitrogen amina dan empat gugus karboksilat sebagai titik koordinasi, namun jarak antara kedua nitrogen lebih panjang sehingga cincin kelat yang terbentuk berukuran enam anggota. Di laboratorium, senyawa ini dipakai untuk mengikat ion logam pada aplikasi analisis, penopengan, penyiapan larutan logam terkelat, serta penelitian kimia koordinasi yang membandingkan pengaruh geometri ligan terhadap kestabilan kompleks.
Karakteristik yang membedakannya adalah gugus hidroksil bebas di posisi tengah dan ukuran cincin kelat yang berbeda dari EDTA. Gugus hidroksil menambah sifat hidrofilik sehingga senyawa dan kompleks logamnya cenderung lebih mudah larut dalam air, sekaligus menyediakan titik kimia tambahan yang dapat difungsionalisasi bila ligan hendak dimodifikasi lebih lanjut. Perubahan ukuran cincin kelat membuat afinitasnya terhadap berbagai ion logam memiliki pola yang khas, sehingga senyawa ini berguna ketika peneliti membutuhkan selektivitas berbeda dari yang ditawarkan pengkelat standar. Wujudnya berupa padatan serbuk yang mudah ditimbang dan disimpan.
Di Indonesia, senyawa ini umumnya dipakai oleh laboratorium kimia analitik, kimia anorganik, dan ilmu material di lingkungan universitas maupun lembaga riset yang menggeluti kimia koordinasi dan pengembangan ligan. Kemasan 5 g sangat sesuai untuk penelitian eksploratif dan uji pendahuluan, sedangkan kemasan 25 g mendukung riset yang berjalan berkelanjutan. Karena serbuk pengkelat mudah menyerap uap air di udara tropis, penyimpanan tertutup rapat di tempat kering sangat dianjurkan agar penimbangan tetap akurat.
- Pembentukan kompleks logam larut air, karena gugus hidroksil pada kerangkanya menambah sifat hidrofilik sehingga kompleks yang terbentuk cenderung tidak mudah mengendap.
- Riset kimia koordinasi ligan, sebab ukuran cincin kelatnya berbeda dari EDTA sehingga cocok untuk membandingkan pengaruh geometri terhadap tetapan kestabilan kompleks.
- Penopengan ion logam pengganggu dalam analisis, karena pengikatan yang kuat menekan interferensi logam runut terhadap pembacaan sinyal instrumen analitik.
- Prekursor pengembangan ligan termodifikasi, karena gugus hidroksil bebasnya menyediakan titik reaksi untuk menempelkan gugus fungsi atau molekul penargetan tambahan.
- Pengendalian logam runut dalam larutan buffer dan media percobaan, sebab logam bebas dapat memicu reaksi oksidatif yang mengganggu kestabilan sampel biologis.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 3148-72-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > Chelation/Complexation Compounds |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan serbuk berwarna putih |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik |
Tempatkan botol pada lemari bahan kimia yang sejuk dan kering, dengan tutup selalu dirapatkan agar serbuk tidak menyerap uap air dan menggumpal. Gunakan wadah asli pabrik atau botol kaca bertutup ulir bila bahan perlu dipindahkan, dan lengkapi dengan label berisi nama senyawa, nomor CAS, serta tanggal pembukaan. Timbang menggunakan spatula bersih dan kering di area berventilasi baik guna menghindari terhirupnya debu halus. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan. Jauhkan dari asam kuat, basa kuat, dan oksidator kuat, serta bersihkan tumpahan padatan secara kering sebelum permukaan meja dilap bersih.
- Kabak dkk. (2003). Conformations and Structures of N,N’-Bis(2-methoxybenzylidene)- 1,3-diamino-propanol and N,N’-Bis(3-methoxybenzylidene)-1,3- diamino-propanol. Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-2003-1118
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

