3,5-Dibromo-L-tyrosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium. Bahan ini merupakan derivat dari asam L-tyrosine, yang merupakan asam amino esensial yang banyak ditemukan dalam protein. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang peptida dan kimia organik. Karena sifat kimianya yang unik, senyawa ini juga digunakan untuk mempelajari reaksi kimia tertentu dan pengaruh substitusi bromo pada struktur molekuler.
3,5-Dibromo-L-tyrosine memiliki struktur kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan oksidasi. Senyawa ini juga memiliki sifat larut dalam pelarut organik seperti etil amina dan dimetilsulfoxida. Keunikan dari senyawa ini terletak pada substitusi bromo di posisi 3 dan 5, yang memberikan sifat reaktivitas tinggi dan potensi untuk digunakan dalam sintesis senyawa bioaktif.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian bidang kimia organik, biokimia, dan farmakologi. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru, studi aktivitas biologis, dan pengembangan obat.
- Sintesis senyawa peptida untuk penelitian biomedis
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur molekul
- Studi aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi senyawa organik
- Eksperimen kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi
- Penelitian tentang efek substitusi bromo pada aktivitas biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 300-38-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3,5-Dibromo-L-tyrosine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Wadah harus terlindungi dari paparan cahaya langsung dan jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- (1998). 3-Bromo- and 3,5-dibromo-tyrosine: potential markers for eosinophil-dependent injury in vivo. Free Radical Biology and Medicine doi:10.1016/s0891-5849(98)90234-9
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

