3-Fluoro-L-tyrosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah, terutama dalam bidang kimia biologis dan sintesis peptida. Senyawa ini merupakan analog dari asam amino L-tyrosine, dengan substitusi fluor pada posisi ke-3. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, termasuk peptida dan obat-obatan. Karena sifatnya yang reaktif, 3-Fluoro-L-tyrosine juga digunakan dalam penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dan pengembangan senyawa baru.
3-Fluoro-L-tyrosine memiliki struktur kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik dan reaksi substitusi. Kehadiran atom fluor memberikan sifat unik pada senyawa ini, seperti polaritas dan reaktivitas yang berbeda dibandingkan dengan senyawa analognya. Sifat ini menjadikannya pilihan yang baik dalam penelitian yang membutuhkan modifikasi struktur molekuler atau pengujian aktivitas biologis.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 3-Fluoro-L-tyrosine digunakan oleh peneliti di berbagai institusi, termasuk universitas dan lembaga penelitian. Senyawa ini sering ditemukan dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan kimia organik, biokimia, dan farmakologi. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan baku yang diperlukan dalam eksperimen mereka.
- Sintesis peptida dengan substitusi fluor untuk mempelajari interaksi molekuler
- Pengembangan obat-obatan baru melalui modifikasi struktur senyawa aktif
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan biologis
- Uji aktivitas biologis senyawa kimia untuk aplikasi farmakologis
- Analisis struktur molekuler menggunakan teknik spektroskopi dan kromatografi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7423-96-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3-Fluoro-L-tyrosine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di suhu kamar, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selama penyimpanan dan penggunaan, pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kecelakaan kimia.
- Monasterio dkk. (1995). Tubulin‐tyrosine ligase catalyzes covalent binding of 3‐fluoro‐tyrosine to tubulin: kinetic and [19F]NMR studies. FEBS Letters doi:10.1016/0014-5793(95)01099-z
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

