DL-m-Tyrosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium. Bahan ini merupakan salah satu asam amino esensial yang memiliki peran penting dalam sintesis protein dan metabolisme tubuh. Dalam konteks laboratorium, DL-m-Tyrosine sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa lain, seperti peptida, hormon, dan senyawa farmakologis. Karena sifatnya yang stabil dan mudah tersedia, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai penelitian ilmiah.
DL-m-Tyrosine memiliki struktur kimia yang sederhana namun sangat penting dalam reaksi kimia tertentu. Bahan ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik dan air, sehingga mudah digunakan dalam berbagai kondisi eksperimen. Sifat kimia dan fisiknya yang konsisten membuatnya cocok untuk penggunaan dalam skala laboratorium. Selain itu, DL-m-Tyrosine juga memiliki daya reaksi yang baik dengan berbagai reagen, sehingga memudahkan proses sintesis dan modifikasi senyawa.
Di laboratorium Indonesia, DL-m-Tyrosine digunakan dalam berbagai penelitian terkait biokimia, farmakologi, dan kimia organik. Bahan ini menjadi alat penting dalam pengembangan obat, penelitian protein, serta eksperimen terkait metabolisme. Karena kehandalannya dalam berbagai aplikasi, DL-m-Tyrosine menjadi bahan yang sering dicari oleh para peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 10
- Dalam sintesis peptida, DL-m-Tyrosine digunakan sebagai bahan dasar untuk membangun struktur protein.
- Untuk studi metabolisme asam amino, senyawa ini menjadi bahan utama dalam eksperimen biokimia.
- Dalam penelitian farmakologi, DL-m-Tyrosine digunakan untuk mengembangkan senyawa yang memiliki aktivitas biologis tertentu.
- Bahan ini cocok untuk eksperimen kimia organik yang memerlukan reaksi substitusi dan penggabungan molekul.
- DL-m-Tyrosine juga digunakan dalam penelitian tentang efek neurologis dan pengaruhnya terhadap sistem saraf.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 775-06-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
DL-m-Tyrosine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Karena sifatnya yang bersifat kimia, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Wadah penyimpanan harus terhindar dari paparan cahaya langsung dan bahan kimia lain yang bisa bereaksi. Selain itu, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan beracun atau korosif untuk mencegah risiko kecelakaan.
- Saha dkk. (2019). Mode of hydrophilic and hydrophobic interactions of DL-Tyrosine, DL-Leucine, DL-Isoleucine and DL-Threonine in aqueous binary mixture of dipolar aprotic acetonitrile. Chemical Physics Letters doi:10.1016/j.cplett.2019.136644
- Kochergina dkk. (2015). Standard enthalpies of formation for L-tyrosine, DL-norleucine, DL-tryptophan, DL-α-alanyl-DL-norleucine, and products of their dissociation in an aqueous solution. Russian Journal of Physical Chemistry A doi:10.1134/s0036024415050192
- Guo dkk. (2027). L-tyrosine-imprinted polymer on a chromium-based metal-organic framework surface for the enantioseparation of DL-tyrosine by capillary electrochromatography. Talanta doi:10.1016/j.talanta.2026.130193
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








