O-Methyl-L-tyrosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori peptida kimia dan sering digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa organik serta modifikasi struktur molekul. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa lain yang memiliki aktivitas biologis tertentu.
O-Methyl-L-tyrosine memiliki struktur kimia yang stabil dan dapat bereaksi dengan berbagai reagen kimia dalam kondisi tertentu. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam reaksi kimia yang memerlukan modifikasi grup fungsi atau sintesis senyawa kompleks. Karena sifat kimianya yang khusus, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian tentang mekanisme reaksi dan aktivitas enzimatik.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, O-Methyl-L-tyrosine sering ditemukan dalam penelitian kimia murni dan biokimia. Bahan ini digunakan oleh peneliti yang memfokuskan pada sintesis senyawa organik, pengembangan obat, atau studi tentang interaksi molekuler. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen yang memerlukan bahan ini.
- Sintesis senyawa organik untuk penelitian farmakologi karena kemampuannya dalam bereaksi kimia.
- Modifikasi struktur molekul dalam penelitian biokimia untuk menghasilkan senyawa baru.
- Pengujian aktivitas enzimatik dalam studi mekanisme reaksi kimia.
- Penelitian tentang peran senyawa tertentu dalam proses biologis manusia.
- Pembuatan bahan baku untuk produksi obat dan suplemen kesehatan berbasis senyawa organik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6230-11-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. |
O-Methyl-L-tyrosine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan tinggi. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa aktif bahan dan memastikan keamanan dalam penggunaan di laboratorium.
- Urbaniak dkk. (2019). Evidence for Naturally Produced Beauvericins Containing N-Methyl-Tyrosine in Hypocreales Fungi. Toxins doi:10.3390/toxins11030182
- Gee dkk. (1991). The synthesis of α-([ 11 C]methyl)phenylalanine and α-([ 11 C]methyl)tyrosine from 11 C-labelled malonic esters. J. Chem. Soc., Perkin Trans. 1 doi:10.1039/p19910000215
- Bhattacharya dkk. (2008). Effects of Alpha Methyl Tyrosine and p-Chlorophenylalanine on the Regulation of ACTH Secretion. Neuroendocrinology doi:10.1159/000121901
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
