2-Amino-4,5-dimethoxybenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian terkait sintesis senyawa organik, terutama dalam bidang peptida dan kimia biologis. Sebagai komponen dasar, senyawa ini berperan dalam pembentukan struktur molekuler yang kompleks, termasuk dalam pengembangan obat atau senyawa aktif biologis.
Karakteristik utama dari 2-Amino-4,5-dimethoxybenzoic Acid adalah struktur kimianya yang memiliki grup amino dan dua gugus metoksil, yang memberikan sifat reaktif dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai molekul lain. Sifat ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam sintesis senyawa baru, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia. Keberagaman reaktivitasnya juga memungkinkan penggunaan dalam berbagai reaksi kimia yang berbeda.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti di berbagai institusi, seperti universitas dan lembaga riset, untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa aktif, pengembangan produk farmasi, dan penelitian biokimia. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen secara mandiri tanpa harus mengimpor bahan secara langsung.
- Sintesis senyawa peptida untuk penelitian farmakologi
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur molekul
- Eksperimen biokimia untuk studi interaksi molekuler
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa organik
- Pembuatan senyawa intermediet dalam proses sintesis kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5653-40-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 10g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Sebagai bahan kimia yang reaktif, perlakukan dengan hati-hati dan hindari kontak dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
—

