Diethylene Glycol Bis(p-toluenesulfonate) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dan memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya, sehingga menjadi bahan penting dalam pembuatan senyawa baru. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku atau reaktan dalam proses sintesis yang memerlukan reaktivitas tinggi dan stabilitas molekuler.
Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik, Diethylene Glycol Bis(p-toluenesulfonate) menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi kimia. Selain itu, senyawa ini tidak mudah terdegradasi dalam kondisi laboratorium yang biasa, sehingga memperpanjang masa pakai dan meminimalkan pemborosan.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik dan karakterisasi material. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk keperluan eksperimen yang memerlukan bahan baku dengan sifat kimia yang spesifik. Ketersediaannya di pasar lokal juga mendukung kebutuhan penelitian ilmiah di berbagai bidang.
- Sintesis senyawa organik kompleks karena kemampuannya berikatan dengan berbagai gugus fungsional
- Reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan stabilitas molekuler
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis farmakologis
- Penelitian material kimia yang memerlukan bahan baku dengan sifat kimia spesifik
- Eksperimen karakterisasi senyawa baru dalam bidang kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7460-82-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Diethylene Glycol Bis(p-toluenesulfonate) harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Wadah penyimpanan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau logam, untuk mencegah reaksi kimia dengan wadah. Dalam penggunaan, pastikan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung digunakan untuk meminimalkan risiko paparan.
- Alasgarova dkk. (2026). Synthesis and characterization of diethylene glycol bis-dibenzoate and diethylene glycol bis-p-dichlorobenzoate esters in the presence of perchloric acid catalyst. Azerbaijan Oil Industry doi:10.37474/0365-8554/2026-01-51-56
- Li dkk. (2018). Experimental Isobaric Vapor Liquid Equilibrium for Binary Systems Diethylene Glycol Dibenzoate + Diethylene Glycol, Diethylene Glycol Dibenzoate + Octyl Benzoate, and Ternary System Diethylene Glycol Dibenzoate + Diethylene Glycol + Octyl Benzoate at 1.0152 kPa. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.8b00460
- Pal dkk. (1998). Excess Molar Volumes and Viscosities of 1-Propanol + Ethylene Glycol, + Ethylene Glycol Monomethyl, + Ethylene Glycol Dimethyl, + Diethylene Glycol Dimethyl, + Triethylene Glycol Dimethyl, + Diethylene Glycol Diethyl, and + Diethylene Glycol Dibutyl Ethers at 298.15 K. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je9702955
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
