Disperse Blue 14 adalah pigmen sintetis yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan analisis laboratorium. Bahan ini memiliki sifat warna biru yang kuat dan kemampuan untuk menyebar dalam medium non-air, sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pewarnaan pada bahan yang tidak larut dalam air. Pigmen ini sering digunakan dalam proses pemisahan dan identifikasi senyawa melalui teknik seperti kromatografi dan spektroskopi.
Disperse Blue 14 memiliki stabilitas tinggi terhadap sinar UV dan suhu, sehingga mempertahankan warnanya dalam kondisi laboratorium yang beragam. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan pewarnaan jangka panjang. Selain itu, pigmen ini tidak mengandung bahan beracun atau berbahaya dalam jumlah yang signifikan, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang ketat.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Disperse Blue 14 digunakan secara luas dalam pendidikan dan penelitian. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen kimia dasar, analisis kualitatif, dan pengujian material. Karena kehandalannya dan ketersediaannya, pigmen ini menjadi alat utama bagi para peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi penelitian di Indonesia.
- Pemisahan senyawa melalui kromatografi untuk mengidentifikasi komponen campuran
- Pewarnaan sampel dalam analisis kimia untuk menunjukkan struktur atau reaktivitas
- Pengujian kestabilan pigmen dalam kondisi lingkungan yang berbeda
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia pigmen sintetis
- Pembuatan senyawa kompleks dalam sintesis organik untuk pengujian reaktivitas
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2475-44-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Stains and Dyes (for Research and Experimental Use) > Pigments (for Research and Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Disperse Blue 14 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan. Wadah yang sesuai adalah wadah plastik atau gelas yang kedap udara. Selama penanganan, pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun dalam jumlah kecil, tetapi tetap perlu dianggap sebagai bahan kimia yang harus dihandle dengan hati-hati sesuai protokol keselamatan laboratorium.
- Uter dkk. (2001). Contact allergy to Disperse Blue 106 and Disperse Blue 124 in German and Austrian patients, 1995 to 1999. Contact Dermatitis doi:10.1034/j.1600-0536.2001.044003173.x
- Guin (2001). Seat‐belt dermatitis from disperse blue dyes. Contact Dermatitis doi:10.1034/j.1600-0536.2001.440409-19.x
- Sung dkk. (1999). Solubility of C. I. Disperse Red 60 and C. I. Disperse Blue 60 in Supercritical Carbon Dioxide. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je990018t
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
