5-Chloro-2-(methylamino)benzophenone adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam pembentukan senyawa aromatik yang memiliki struktur kompleks. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reaktan lainnya, sehingga menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Karena sifat kimianya yang reaktif dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, senyawa ini banyak digunakan dalam bidang sintesis organik. Karakteristik utamanya adalah kemampuannya untuk berikatan dengan gugus amina dan kloro, sehingga memungkinkan pembentukan senyawa baru dengan struktur yang lebih kompleks.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi penelitian dan universitas memanfaatkan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa aromatik dan pengembangan obat.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi kloro dalam sintesis senyawa heterosiklik
- Pembentukan senyawa dengan gugus amina untuk aplikasi farmakologis
- Eksperimen kimia murni dalam penelitian struktur molekul
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam berbagai kondisi katalitik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1022-13-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung. Karena sifat kimianya yang reaktif, sebaiknya disimpan dalam lingkungan yang tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lainnya. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak bocor dan tidak terpapar kelembapan. Penggunaan harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker, serta di bawah pengawasan yang ketat di laboratorium.
—
