2-Chloro-4-(dimethylamino)benzaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering diaplikasikan dalam pembentukan senyawa heterosiklik atau struktur kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar atau building block yang membantu dalam proses pengembangan senyawa baru, termasuk obat, bahan kimia industri, atau bahan baku untuk reaksi kimia tertentu.
Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik dengan gugus aldehida dan gugus dimetilamin yang memberikan sifat reaktif dan stabil. Kombinasi antara klor dan dimetilamin membuat senyawa ini sangat cocok untuk reaksi substitusi dan kondensasi. Sifat kimia ini memungkinkan senyawa ini untuk digunakan dalam berbagai kondisi reaksi, baik dalam pelarut polar maupun non-polar.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi salah satu bahan yang sering dicari oleh para peneliti dan mahasiswa yang sedang mengembangkan proyek kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi kondensasi dalam pembuatan senyawa kompleks
- Pembuatan bahan baku untuk reaksi kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pengujian katalis dalam reaksi organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1424-66-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bersifat kimia yang mungkin menyebabkan iritasi.
—
