Ethyl 2-Chloro-2-(2-phenylhydrazineylidene)acetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan derivat fenilhidrazin. Senyawa ini sering diaplikasikan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa dengan aktivitas biologis seperti antimalaria, antibakteri, dan antioksidan. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini menjadi komponen penting dalam proses pembentukan senyawa yang lebih kompleks.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang kompleks dengan gugus fenilhidrazin yang berpotensi berikatan dengan berbagai molekul lain, menjadikannya bahan yang sangat fleksibel dalam reaksi kimia. Karena sifat reaktivitasnya yang tinggi, senyawa ini memungkinkan pembentukan senyawa baru melalui berbagai mekanisme reaksi seperti hidrolisis, reduksi, dan kondensasi. Karena karakteristik ini, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti di bidang kimia organik dan farmakologi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian terapan, terutama dalam bidang farmasi dan kimia makanan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang kesehatan dan industri. Ketersediaan senyawa ini mendukung kegiatan penelitian yang berkualitas di lingkungan laboratorium lokal.
Produk TCI terkait
- TCI A0039 619-90-9 4-Nitrobenzyl Acetate
- TCI B0817 5833-18-1 Ethyl Bis(2,4-dinitrophenyl)acetate
- TCI A1477 3061-65-2 1-Cyanovinyl Acetate (stabilized with TBC)
- TCI A1196 15667-63-7 1-Cyano-2-propenyl Acetate
- TCI E1387 946598-34-1 Ethyl 2-[trans-4-[(tert-Butoxycarbonyl)amino]cyclohexyl]acetate
- TCI E0371 14337-43-0 Ethyl 2-Chloro-2-(hydroxyimino)acetate
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia organik dalam penelitian farmakologi dan biokimia
- Pembuatan derivat fenilhidrazin untuk uji aktivitas biologis
- Penelitian tentang senyawa antimalaria dan antibakteri
- Pengembangan senyawa antioksidan untuk aplikasi industri makanan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 28663-68-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan peralatan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Dalam laboratorium, senyawa ini sebaiknya disimpan di rak khusus yang terpisah dari bahan kimia lain yang bersifat oksidatif atau reduktif. Selalu pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain.
- Wang dkk. (2004). Ytterbium Triflate Catalyzed Synthesis of Ethyl 1,2,3,4‐Tetrahydroisoquinoline‐1‐carboxylates Using Ethyl Chloro(phenylselanyl)acetate.. ChemInform doi:10.1002/chin.200419138
- Chen dkk. (2003). Ytterbium Triflate-catalysed Synthesis of Ethyl 1,2,3,4-Tetrahydroisoquinoline-1-carboxylates Using Ethyl Chloro(phenylselanyl)acetate. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-03-9799
- Sekine dkk. (1996). A Novel Cyclization of Electron Deficient N-Benzenesulfonyl-b-phenethylamines Using Ethyl Chloro(methylthio)acetate. Synthesis of Ethyl 1,2,3,4-Tetrahydroisoquinoline-1-carboxylates. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-95-s47
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
