Ethyl 2-Chloro-2-(hydroxyimino)acetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam sintesis senyawa kompleks yang membutuhkan reaktivitas tinggi. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai prekursor yang dapat bereaksi dengan berbagai reagen untuk menghasilkan produk akhir yang diinginkan.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang unik, dengan gugus kloro dan gugus hidroksiimino yang memberikan sifat reaktif dan spesifik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam reaksi substitusi, adisi, atau reaksi redoks. Karena sifat kimianya yang stabil namun reaktif, senyawa ini dapat digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium dengan pengendalian yang tepat.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam universitas dan lembaga riset yang fokus pada sintesis senyawa baru atau pengembangan obat. Bahan ini juga relevan untuk program pendidikan tingkat tinggi yang memerlukan pemahaman tentang reaktivitas senyawa kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa aromatik
- Adisi kimia untuk modifikasi struktur molekul
- Reaksi redoks dalam studi mekanisme kimia
- Pembuatan senyawa intermediat untuk produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14337-43-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Pada saat penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Wang dkk. (2004). Ytterbium Triflate Catalyzed Synthesis of Ethyl 1,2,3,4‐Tetrahydroisoquinoline‐1‐carboxylates Using Ethyl Chloro(phenylselanyl)acetate.. ChemInform doi:10.1002/chin.200419138
- Chen dkk. (2003). Ytterbium Triflate-catalysed Synthesis of Ethyl 1,2,3,4-Tetrahydroisoquinoline-1-carboxylates Using Ethyl Chloro(phenylselanyl)acetate. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-03-9799
- Sekine dkk. (1996). A Novel Cyclization of Electron Deficient N-Benzenesulfonyl-b-phenethylamines Using Ethyl Chloro(methylthio)acetate. Synthesis of Ethyl 1,2,3,4-Tetrahydroisoquinoline-1-carboxylates. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-95-s47
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
