TCI D3487 adalah 2,6-dibromo-p-kresol, senyawa fenol tersubstitusi yang membawa dua atom bromin pada posisi orto terhadap gugus hidroksil dan satu gugus metil pada posisi para. Senyawa ini termasuk kelompok blok bangunan non-heterosiklik, yaitu bahan awal yang dipakai untuk merangkai molekul yang lebih besar dan lebih rumit. Di laboratorium sintesis, bahan seperti ini berperan sebagai titik tolak pembuatan ligan, pewarna, senyawa aromatik multisubstitusi, hingga senyawa uji aktivitas biologis. Kehadiran tiga gugus fungsi berbeda dalam satu cincin memberi banyak kemungkinan modifikasi lanjutan.
Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah pola substitusinya yang sangat terarah. Gugus hidroksil fenolik bersifat asam lemah sehingga mudah dideprotonasi, dialkilasi menjadi eter, atau diasilasi menjadi ester, sedangkan dua atom bromin menyediakan tempat reaksi bagi kopling silang berkatalis logam transisi dan pertukaran halogen-logam. Gugus metil pada posisi para menutup satu posisi cincin sehingga arah reaksi selanjutnya lebih dapat diprediksi dan produk samping berkurang. Kombinasi ini memberikan keunggulan dalam merancang sintesis bertahap dengan selektivitas posisi yang jelas dan urutan reaksi yang rapi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak dijumpai pada penelitian kimia organik dan kimia material di perguruan tinggi, khususnya pada riset sintesis ligan fenolik, kalkogen aromatik, serta senyawa antimikroba turunan fenol. Kemasan 25 g memadai untuk rangkaian percobaan optimasi sekaligus penyiapan bahan untuk beberapa tahap sintesis. Karena termasuk turunan fenol terhalogenasi, penanganannya perlu mengikuti prosedur keselamatan laboratorium yang berlaku di institusi masing-masing.
- Bahan awal reaksi kopling silang: kedua atom bromin aromatik dapat diaktivasi katalis paladium sehingga memungkinkan pembentukan ikatan karbon-karbon menuju senyawa biaril tersubstitusi.
- Sintesis ligan fenolik dan basa Schiff: gugus hidroksil serta halangan sterik dari substituen bromin membantu membentuk kompleks logam dengan kestabilan dan geometri yang diinginkan.
- Pembuatan turunan eter dan ester aromatik: keasaman gugus fenol memudahkan alkilasi maupun asilasi selektif tanpa harus mengganggu atom halogen pada cincin.
- Riset senyawa antimikroba turunan fenol terhalogenasi: struktur ini menjadi inti pembanding untuk mempelajari pengaruh jumlah dan posisi halogen terhadap aktivitas biologis.
- Prekursor material dan polimer aromatik: gugus fungsi ganda memungkinkan perpanjangan rantai atau pembentukan jaringan pada penelitian material organik berbasis unit fenolik.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 2432-14-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. |
- Kode produk: TCI D3487
Simpan padatan ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, diletakkan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung, karena turunan fenol dapat berubah warna bila terpapar cahaya dan udara dalam waktu lama. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Lakukan penimbangan di dalam lemari asam atau area berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya debu halus, dan gunakan sarung tangan, pelindung mata, serta jas laboratorium karena senyawa fenolik bersifat iritan dan dapat mengiritasi kulit. Bersihkan tumpahan segera dan buang limbah melalui jalur limbah kimia terhalogenasi.
—

