3,5-Dibromo-p-cresol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau building block dalam pembuatan senyawa organik. Dalam konteks penelitian, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu dalam proses reaksi substitusi atau reaksi lain yang memerlukan substitusi pada posisi tertentu dari molekul aromatik.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 3,5-Dibromo-p-cresol menjadi pilihan yang populer dalam berbagai eksperimen kimia. Senyawa ini memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi substitusi halogen pada posisi orto dan para, sehingga bisa digunakan untuk membangun senyawa dengan struktur yang lebih kompleks.
Di laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang reaktivitas senyawa aromatik dan sintesis senyawa baru. Bahan ini juga menjadi bagian dari bahan baku yang diperlukan untuk eksperimen yang berkaitan dengan modifikasi senyawa aromatik.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks menggunakan reaksi substitusi halogen
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan struktur tertentu
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogen terhadap berbagai kondisi kimia
- Eksperimen kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi substitusi
- Pembuatan senyawa intermediet dalam proses sintesis senyawa aktif biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 13979-81-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
3,5-Dibromo-p-cresol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari dari paparan panas atau cahaya langsung. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka untuk mencegah penguapan atau kontaminasi. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
—

