1,4-Diaminoanthraquinone adalah turunan antrakuinon yang membawa dua gugus amino pada posisi 1 dan 4 dari kerangka trisiklik terkonjugasi. Sebagai bahan pembangun non-heterosiklik, senyawa ini sudah lama dikenal dalam dunia zat warna karena inti antrakuinon merupakan kromofor klasik penghasil warna kuat dan tahan lama. Di laboratorium, perannya melampaui pewarnaan semata: gugus aminonya menyediakan titik reaktif untuk asilasi, alkilasi, kondensasi, dan pembentukan cincin lanjutan, sementara inti kuinonnya menghadirkan sifat redoks yang bermanfaat pada riset bahan fungsional, sensor, dan kimia elektro.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah pasangan gugus amino donor elektron yang berhadapan langsung dengan gugus karbonil penarik elektron pada kerangka yang sama. Susunan donor–akseptor tersebut menghasilkan penyerapan cahaya pada daerah tampak dan memungkinkan pengaturan warna maupun sifat elektronik hanya dengan memodifikasi substituen pada nitrogen. Ikatan hidrogen intramolekul antara gugus amino dan karbonil turut menstabilkan struktur dan mempengaruhi perilaku fotofisiknya. Inti antrakuinon sendiri bersifat kaku, planar, dan tahan panas, sehingga cocok untuk pekerjaan pada suhu tinggi maupun pembentukan lapisan padat. Sebagai padatan berwarna, senyawa ini juga memberi penanda visual yang praktis ketika diikuti pada kromatografi.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini dimanfaatkan pada riset zat warna dan tekstil, kimia polimer, ilmu bahan, serta kajian elektrokimia di universitas dan pusat penelitian. Kemasan 25 g memberi jumlah yang memadai untuk rangkaian percobaan sintesis maupun pengujian pewarnaan tanpa perlu pengadaan berulang. Karena bahan berwarna kuat mudah mengotori peralatan dan permukaan kerja, laboratorium di Indonesia biasanya menyiapkan alat gelas khusus dan prosedur pembersihan tersendiri untuk menanganinya.
- Sintesis zat warna antrakuinon: gugus amino pada posisi 1 dan 4 mudah dimodifikasi menjadi turunan tersubstitusi, sehingga rentang warna dan afinitas terhadap serat dapat diatur oleh peneliti.
- Riset elektrokimia dan bahan redoks: inti kuinon dapat mengalami reduksi dan oksidasi terbalikkan, menjadikannya model yang berguna untuk kajian voltametri maupun pengembangan bahan penyimpan muatan.
- Pengembangan pewarna dan pigmen polimer: kerangka aromatik yang kaku dan tahan panas membuatnya sesuai untuk pengujian pewarnaan massa pada resin serta bahan berbasis polimer.
- Kajian fotofisika molekul donor–akseptor: kombinasi gugus amino donor dan karbonil akseptor pada satu kerangka menjadikannya bahan uji untuk pengukuran serapan, fluoresensi, dan pergeseran solvatokromik.
- Bahan awal sintesis heterosiklik terkondensasi: kedua gugus amino dapat dikondensasikan dengan pereaksi bifungsional untuk membangun sistem cincin baru yang menyatu dengan inti antrakuinon.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 128-95-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan berwarna (serbuk atau kristal); rincian mengacu pada label kemasan dan Certificate of Analysis |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran pada label produsen |
Simpan padatan ini dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran label serta lembar data keselamatan produsen. Wadah kaca gelap atau botol asli yang disegel kembali dengan baik merupakan pilihan yang tepat, dan penyimpanan dalam desikator membantu menjaga bahan tetap kering di ruangan berkelembapan tinggi. Karena senyawa ini merupakan zat warna yang berdaya warna kuat, penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam dengan alas kertas agar serbuk tidak menyebar dan menodai permukaan kerja. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, jas laboratorium, dan masker debu bila perlu, serta hindari menghirup serbuk halus saat memindahkan bahan.
- XU dkk. (2010). POLY(1,5-DIAMINOANTHRAQUINONE) AS CATHODE MATERIAL IN RECHARGEABLE LITHIUM BATTERIES. Acta Polymerica Sinica doi:10.3724/sp.j.1105.2006.00795
- Kim dkk. (2014). A Highly Selective Ratiometric Chemosensor for Hg<sup>2+</sup> Based on 1,2-Diaminoanthraquinone. Sen'i Gakkaishi doi:10.2115/fiber.70.254
- Alagesan dkk. (1997). Semiconducting charge-transfer complexes from oxidation of 1,5-diaminoanthraquinone. Synthetic Metals doi:10.1016/s0379-6779(97)80095-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
