Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 115010-11-2

2,3-Dihydrobenzofuran-5-sulfonyl Chloride TCI D3553

2,3-Dihydrobenzofuran-5-sulfonyl Chloride TCI D3553

Identitas Kimia

No. CAS
115010-11-2
Rumus molekul
C8H7ClO3S
Berat molekul
218.65 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Suhu simpan
0-10°C
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,3-dihydro-1-benzofuran-5-sulfonyl chloride
SMILES
C1COC2=C1C=C(C=C2)S(=O)(=O)Cl
InChIKey
RVWYPBARHGPULM-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL02677703
PubChem
CID 2776154
Harga reguler Rp 2.094.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.094.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3553 2,3-Dihydrobenzofuran-5-sulfonyl Chloride adalah reagen sulfonil klorida berbasis kerangka heterosiklik dihidrobenzofuran yang berfungsi sebagai bahan antara reaktif dalam sintesis organik. Peranannya di laboratorium sangat spesifik, yaitu memindahkan gugus sulfonil beserta kerangka bisiklusnya ke molekul lain melalui reaksi dengan nukleofil. Dengan satu langkah reaksi, kimiawan dapat menautkan inti dihidrobenzofuran pada amina, alkohol, atau fenol untuk membentuk sulfonamida dan ester sulfonat yang menjadi motif penting pada banyak kelompok senyawa aktif hasil rancangan kimia medisinal.

Sifat utama yang menjadikan reagen ini dipilih adalah reaktivitas elektrofilik atom sulfur pada gugus sulfonil klorida yang tinggi namun tetap terkendali. Reaksi dengan amina primer maupun sekunder umumnya berjalan pada suhu rendah hingga suhu kamar dengan bantuan basa penangkap asam, sehingga hasilnya bersih dan mudah dimurnikan. Kerangka 2,3-dihidrobenzofuran sendiri memberi karakter semi-rigid dengan gugus eter siklik yang meningkatkan kelarutan relatif dan menyumbang interaksi akseptor ikatan hidrogen. Kombinasi reaktivitas jelas dan kerangka bernilai farmakofor inilah yang membuat reagen ini efisien untuk membangun pustaka senyawa secara paralel.

Di laboratorium Indonesia, reagen semacam ini banyak diperlukan pada riset kimia medisinal, sintesis senyawa penuntun, serta pengembangan metode derivatisasi analitik untuk senyawa yang mengandung gugus amina. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan pola pemakaian riset skala laboratorium, mengingat sulfonil klorida sebaiknya digunakan relatif cepat setelah wadah dibuka agar mutunya tetap terjaga dari pengaruh kelembapan udara tropis.

  • Sintesis sulfonamida untuk kimia medisinal: bereaksi cepat dengan amina primer dan sekunder membentuk ikatan sulfonamida yang stabil secara metabolik pada kandidat senyawa aktif.
  • Pembentukan ester sulfonat: reaksi dengan alkohol atau fenol menghasilkan gugus lepas yang baik untuk substitusi nukleofilik lanjutan pada tahap sintesis berikutnya.
  • Pembangunan pustaka senyawa paralel: reaktivitas yang seragam terhadap berbagai nukleofil amina memudahkan sintesis banyak analog sekaligus dalam format pelat mikro.
  • Derivatisasi analitik senyawa amina: gugus sulfonil menambah massa dan kromofor sehingga meningkatkan deteksi serta pemisahan analit pada analisis HPLC maupun LC-MS.
  • Penautan inti dihidrobenzofuran pada peptida atau skafold lain: kerangka bisiklik menyumbang kekakuan struktur dan sifat akseptor ikatan hidrogen yang bermanfaat untuk kajian hubungan struktur-aktivitas.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 115010-11-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik umumnya padatan pada suhu kamar; konfirmasi pada CoA lot yang diterima
Penyimpanan sangat peka kelembapan; simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering sesuai anjuran label serta SDS

Sulfonil klorida bereaksi dengan air dan uap air lembap sehingga wadah harus selalu tertutup rapat dan disimpan di tempat sejuk, kering, serta jauh dari basa dan bahan pengoksidasi. Gunakan wadah asli atau vial kaca bersegel, dan bila memungkinkan lakukan penimbangan singkat di lemari asam sambil mengalirkan gas inert saat menutup kembali wadah. Kenakan sarung tangan nitril, pelindung mata, dan jas laboratorium karena bahan ini bersifat korosif serta mengiritasi kulit dan saluran napas. Peralatan gelas serta pelarut yang digunakan sebaiknya benar-benar kering, dan sisa reagen dinetralkan hati-hati sebelum dibuang mengikuti prosedur limbah kimia setempat.

—