2-(3,4-Dichlorophenoxy)acetic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik. Senyawa ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan penggabungan gugus fenoil dan asam karboksilat. Dalam laboratorium, senyawa ini memiliki peran penting sebagai bahan pembangun (building block) yang dapat digunakan untuk memproduksi senyawa-senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, kimia organik, dan industri.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat fleksibel, memungkinkan reaksi kimia yang beragam. Sifat kimianya yang stabil dalam kondisi tertentu membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk berbagai eksperimen. Selain itu, kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional menjadikannya sangat populer dalam sintesis senyawa kompleks.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa yang sedang melakukan eksperimen kimia organik. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan dan penelitian, terutama dalam bidang kimia murni dan teknologi. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses untuk keperluan penelitian dan pengajaran.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Reaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang efek kimia pada lingkungan
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa pestisida dan herbisida
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 588-22-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Karena sifat kimianya yang relatif stabil, risiko kebocoran atau reaksi tidak terduga terbatas, tetapi tetap harus dihindari kontak dengan kulit atau mata.
- Delbarre dkk. (1996). Comparison of mechanisms controlling uptake and accumulation of 2,4-dichlorophenoxy acetic acid, naphthalene-1-acetic acid, and indole-3-acetic acid in suspension-cultured tobacco cells. Planta doi:10.1007/bf00262639
- (2020). 2, 4- Dichlorophenoxy acetic acid induced Histopathological changes in kidney of Clarias batrachus. Journal of Xidian University doi:10.37896/jxu14.4/170
- Mudhar A. Othman (2020). Synthesis and Study of Some fused Substituted 1,3,4-Thiadiazoles and 1,2,4-Triazoles from 4-Chloro- phenoxy acetic acid and 2,4-dichlorophenoxy acetic acid. Journal of Education and Science doi:10.33899/edusj.2020.166251
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
