Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 768-59-2

4-Ethylbenzyl Alcohol TCI E0704

4-Ethylbenzyl Alcohol TCI E0704

Identitas Kimia

No. CAS
768-59-2
PubChem
CID 13034·SID 87559643
Rumus molekul
C9H12O
Berat molekul
136.19 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(4-ethylphenyl)methanol
SMILES
CCC1=CC=C(C=C1)CO
InChIKey
YSLBFFIVJGJBSA-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00004666
Harga reguler Rp 2.942.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.942.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI E0704 4-Ethylbenzyl Alcohol adalah alkohol benzilik yang membawa gugus etil pada posisi para cincin aromatik, dan dipasok TCI sebagai building block non-heterosiklik serbaguna. Senyawa ini menempati posisi penting dalam sintesis organik karena gugus hidroksil benzilik merupakan salah satu gugus fungsi paling mudah diubah arah, baik menjadi tingkat oksidasi yang lebih tinggi maupun menjadi gugus lepas yang siap digantikan nukleofil. Kehadirannya di laboratorium memberi peneliti bahan awal murah tenaga untuk membangun rangka aromatik bersubstituen alkil yang banyak dijumpai pada molekul bahan aktif, wewangian, dan material fungsional.

Sifat yang menjadikan senyawa ini dipilih adalah reaktivitas khas posisi benzilik yang distabilkan cincin aromatik, sehingga oksidasi menjadi aldehida berlangsung selektif dan pembentukan kation benzilik pada reaksi substitusi berjalan mudah. Gugus hidroksil primernya memungkinkan esterifikasi, eterifikasi, tosilasi, atau halogenasi dengan prosedur baku yang sudah sangat mapan. Substituen etil menyumbang sifat lipofilik sedang dan mendorong pengarahan pada reaksi substitusi aromatik lanjutan tanpa memberi hambatan sterik berlebihan. Secara praktis, senyawa ini juga tergolong mudah ditangani dibandingkan reagen benzilik terhalogenasi yang jauh lebih reaktif dan iritatif.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak dipakai pada praktikum lanjutan, riset sintesis organik di universitas, serta pengembangan zat antara pada industri berbasis riset. Pilihan kemasan lima gram dan dua puluh lima gram memudahkan penyesuaian antara kebutuhan percobaan tunggal dan kegiatan sintesis berulang, sehingga bahan tetap segar sepanjang periode penelitian berlangsung.

  • Oksidasi menjadi 4-etilbenzaldehida: posisi benzilik yang teraktivasi memungkinkan oksidasi terkendali menuju aldehida sebagai zat antara sintesis berikutnya.
  • Sintesis eter dan ester benzilik: gugus hidroksil primer bereaksi lancar dengan alkil halida, anhidrida, maupun klorida asam dalam kondisi baku.
  • Pembentukan gugus lepas benzilik: konversi menjadi klorida, bromida, atau tosilat menghasilkan reagen alkilasi untuk memasukkan unit 4-etilbenzil ke molekul target.
  • Substrat uji katalisis: sering dijadikan substrat model pada pengujian katalis oksidasi selektif alkohol karena perilaku reaksinya sudah terdokumentasi baik.
  • Riset zat antara wewangian dan bahan aktif: kerangka aromatik beralkil ini menjadi titik awal pembuatan turunan dengan karakter lipofilik yang disesuaikan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 768-59-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik senyawa organik cair pada suhu ruang; rujuk lembar data pabrikan
Penyimpanan tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, jauh dari oksidator

Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari oksidator kuat serta asam kuat yang dapat memicu reaksi tidak terkendali. Karena bersifat iritan bagi kulit dan mata, lakukan pemindahan di lemari asam menggunakan pipet atau jarum suntik bersih sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari menghirup uapnya dalam ruang tertutup dan bersihkan segera ceceran dengan bahan penyerap inert. Kembalikan botol ke tempat penyimpanan dan pastikan tutup terpasang kencang setelah dipakai.

  • Saveyn dkk. (2009). Influence of the Vesicular Bilayer Structure on the Sorption of Ethylbenzyl Alcohol. Langmuir doi:10.1021/la9005295

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.