Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 23138-50-3

4-Ethylphenyl Isocyanate TCI E0767

4-Ethylphenyl Isocyanate TCI E0767

Identitas Kimia

Nama lain
Isocyanic Acid 4-Ethylphenyl Ester
No. CAS
23138-50-3
PubChem
CID 90007·SID 87560408
Rumus molekul
C9H9NO
Berat molekul
147.18 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Suhu simpan
0-10°C
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-ethyl-4-isocyanatobenzene
SMILES
CCC1=CC=C(C=C1)N=C=O
InChIKey
FWPYUSLQCQDLJR-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00013881
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI E0767 4-Ethylphenyl Isocyanate adalah reagen aromatik yang membawa gugus isosianat sangat reaktif pada cincin benzena bersubstituen etil di posisi para. Sebagai anggota keluarga aril isosianat, senyawa ini berperan penting di laboratorium sebagai reagen pembentuk ikatan urea dan karbamat. Peneliti memanfaatkannya untuk menambatkan fragmen 4-etilfenil pada molekul yang mengandung gugus amina atau hidroksil, baik dalam sintesis molekul kecil, derivatisasi analit untuk keperluan analisis, maupun modifikasi permukaan material dan polimer.

Sifat yang menjadikan reagen ini bernilai adalah reaktivitas gugus isosianat terhadap nukleofil yang mengandung hidrogen aktif. Reaksi dengan amina primer atau sekunder berlangsung cepat dan menghasilkan urea tersubstitusi tanpa memerlukan reagen kopling tambahan, sementara reaksi dengan alkohol menghasilkan karbamat. Karena reaksi umumnya berlangsung bersih dan tanpa produk samping garam, tahap pemurnian menjadi lebih sederhana. Substituen etil pada posisi para memberikan sifat lipofilik moderat serta memudahkan pengenalan sinyal pada analisis spektroskopi, sehingga reagen ini juga dipakai sebagai penanda dalam derivatisasi kromatografi.

Di laboratorium Indonesia, reagen ini dipakai pada riset kimia medisinal berbasis pustaka urea, laboratorium polimer poliuretan skala riset, serta laboratorium analitik yang menerapkan derivatisasi sebelum analisis kromatografi. Kemasan 1 g dan 5 g cocok karena reagen isosianat sebaiknya digunakan dalam waktu tidak terlalu lama setelah wadah pertama kali dibuka.

  • Sintesis turunan urea tersubstitusi, karena reaksi langsung dengan amina berlangsung cepat, bersih, dan tidak memerlukan reagen kopling maupun basa tambahan.
  • Pembuatan karbamat dari alkohol dan fenol, sebab gugus isosianat mudah diadisi oleh gugus hidroksil menghasilkan ikatan karbamat yang stabil.
  • Derivatisasi analit untuk kromatografi, mengingat penambahan fragmen aril meningkatkan respons deteksi dan memperbaiki perilaku pemisahan senyawa polar.
  • Modifikasi permukaan material dan polimer, karena isosianat dapat bereaksi dengan gugus hidroksil atau amina pada permukaan untuk mengubah sifat antarmuka.
  • Penyusunan pustaka senyawa kimia medisinal, sebab motif urea aromatik banyak dijumpai pada molekul aktif dan mudah divariasikan secara paralel.

Merek TCI
Nomor CAS 23138-50-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik cairan organik
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap; sangat peka terhadap kelembapan

Isosianat bereaksi dengan air, termasuk uap air di udara, sehingga wadah harus selalu tertutup rapat dan sebaiknya disimpan di bawah gas inert seperti nitrogen atau argon di tempat sejuk, kering, dan gelap. Gunakan spuit kering saat pemindahan dan hindari membuka wadah lebih lama dari yang diperlukan. Seluruh penanganan wajib dilakukan di dalam lemari asam karena uap isosianat bersifat iritan bagi saluran pernapasan, mata, dan kulit, serta dapat memicu kepekaan pada sebagian orang. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Jauhkan dari amina, alkohol, dan basa kuat.

—