2-Fluoro-4,5-dimethoxybenzonitrile dengan kode katalog TCI F0641 adalah building block aromatik yang memadukan gugus nitril, dua gugus metoksi, dan satu atom fluor pada satu cincin benzena. Pola substitusi yang cukup spesifik ini menjadikannya bahan awal bernilai tinggi dalam sintesis organik terarah, khususnya ketika peneliti membutuhkan cincin aromatik dengan tingkat fungsionalisasi yang sudah matang. Membangun pola substitusi seperti ini dari bahan sederhana memerlukan banyak tahap reaksi, sehingga tersedianya senyawa ini dalam bentuk siap pakai menghemat waktu kerja laboratorium secara signifikan sekaligus meningkatkan reprodusibilitas rute sintesis yang dikembangkan.
Keunggulan karakteristik senyawa ini berasal dari interaksi elektronik antar gugusnya. Dua gugus metoksi bersifat pendorong elektron dan mengaktifkan cincin, sedangkan gugus nitril bersifat penarik elektron kuat. Atom fluor yang berada pada posisi orto terhadap nitril menjadi gugus pergi potensial dalam reaksi substitusi nukleofilik aromatik, karena gugus nitril di sebelahnya menstabilkan zat antara bermuatan negatif yang terbentuk selama reaksi. Kombinasi ini memberi kimiawan dua jalur kerja sekaligus, yakni transformasi gugus nitril menjadi berbagai turunan, atau penggantian atom fluor dengan nukleofil amina, alkoksida, dan tiolat. Kerangka dimetoksibenzena sendiri merupakan motif yang sering dijumpai pada prekursor cincin kuinazolin dan isokuinolin.
Di Indonesia, bahan seperti ini banyak digunakan oleh laboratorium riset sintesis di universitas serta unit penelitian dan pengembangan industri farmasi yang menekuni pembuatan senyawa heterosiklik. Kemasan 5 gram merupakan ukuran yang sesuai untuk pekerjaan skala penelitian, cukup untuk beberapa kali percobaan optimasi kondisi reaksi maupun untuk penyiapan sampel karakterisasi. Ukuran ini juga membantu laboratorium mengelola anggaran bahan tanpa menyimpan stok berlebih dalam waktu lama.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 27
Produk TCI terkait
- TCI F0985 140675-43-0 2-Fluoro-6-hydroxybenzonitrile
- TCI F0969 94088-46-7 2-Fluoro-6-methoxybenzonitrile
- TCI F0671 331-62-4 3-Fluoro-4-methoxybenzonitrile
- TCI F0642 127667-01-0 2-Fluoro-5-methoxybenzonitrile
- TCI F0638 405-04-9 3-Fluoro-4-hydroxybenzonitrile
- TCI F0479 189628-38-4 5-Fluoro-2-methoxybenzonitrile
- Sintesis kerangka kuinazolin dan isokuinolin, karena pola dimetoksi pada cincin benzena merupakan motif struktural yang lazim ditemui pada berbagai senyawa heterosiklik bioaktif.
- Reaksi substitusi nukleofilik aromatik, sebab atom fluor yang diaktifkan gugus nitril di posisi orto mudah digantikan oleh nukleofil amina maupun alkoksida.
- Pembuatan turunan amida dan asam karboksilat aromatik melalui hidrolisis terkendali gugus nitril, menghasilkan blok bangun lanjutan untuk rangkaian sintesis multitahap.
- Penelitian kimia medisinal, karena kombinasi gugus metoksi dan fluor memungkinkan penyetelan halus terhadap lipofilisitas serta profil stabilitas metabolik senyawa target.
- Sintesis pewarna dan material organik fungsional, mengingat cincin kaya elektron yang berpasangan dengan gugus penarik elektron menghasilkan sifat absorpsi optik yang khas.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 119396-88-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari paparan cahaya langsung |
Letakkan kemasan pada rak bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas maupun sinar matahari langsung. Pastikan tutup wadah selalu terpasang rapat setelah pengambilan agar bahan tidak menyerap uap air dari udara lembap khas iklim tropis. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali menimbang untuk mencegah kontaminasi silang yang dapat merusak sisa bahan dalam kemasan. Selama penanganan, kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan serbuk di dalam lemari asam. Hindari kontak dengan asam kuat, basa kuat, dan oksidator kuat. Buang sisa bahan maupun larutan bekas melalui jalur pengelolaan limbah kimia laboratorium.
—

